MEDAN – Tenaga kerja asing akan menyerbu industri perhotelan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) sampai pada tahun 2015. Jika tenaga kerja pehotelan di negeri ini tidak siap mengantisipasi, sangat mungkin pekerja hotel lokal/Indonesia kelak hanya jadi penonton.Saat ini, sebut Rachmad, tenaga kerja perhotelan dari Bangladesh, Pakistan dan Vietnam, serta tenaga kerja industri pariwisatanya menyatakan berminat untuk bekerja di Indonesia walaupun dengan gaji sesuai UMR yang berlaku di Indonesia.
Menurut Rachmad, agar tenaga perhotelan kita tidak kalah bersaing maka harus memiliki sertifikasi kompetensi. Sejauh ini, kemampuan tenaga kerja perhotelan Indonesia sebenarnya tidak kalah, terbukti banyak yang diterima bekerja di luar negeri.
Sayangnya, akui Rachmad, kesadaran untuk mensertifikasi kan karyawannya belum diamini oleh semua kalangan pengusaha perhotelan di Sumut. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mensosialisasikan betapa pentingnya sertifikasi ini, jika ingin terus bertahan dan unggul dalam persaingan global.
Sebelumnya saat menyampaikan kata sambutan pada perayaan HUT I IHKA BPD Sumut , Rachmad mengharapkan tenaga housekeeper di Sumut dapat menjadi profesional sesuai tema HUT “We are profesional personal” .
Perayaan HUT BPD IHKA Sumut ditandai dengan pemotongan dan pemberian tumpeng dari Ketua BPD IHKA Sumut, Denny S Wardhana kepada Ketua Umum DPP IHKA Sumut, Rachmad Sugiyanto disaksikan oleh Bendahara DPP IHKA, Diah Purbasari dan perwakilan BPD IHKA dari Jawa Barat dan Bali. (Laporan: Muhammad Isya)













