Bebaskan Lahan PLTA Asahan III, PLN Salurkan Rp 15,3 M

Alexander July 14, 2012 0
Bebaskan Lahan PLTA Asahan III, PLN Salurkan Rp 15,3 M

MEDAN – PT PLN telah mengucurkan dana sebesar Rp15,3 miliar untuk pembebasan dan pengadaan lahan proyek PLTA Asahan III di kawasan Kampung Batu Mamak, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Luasnya 18 hektar.

Dana itu disalurkan bertahap dan tepat sasaran berdasarkan rekomendasi kerja dari Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Pemerintah Kabupaten Tobasa.

“Ada sekitar Rp 17 miliar dana yang dialokasikan untuk proses gantirugi ini. Namun yang disalurkan Rp15,3 miliar untuk 323 warga setempat yang memang berhak menerima gantirugi itu sesuai data yang ditunjukan oleh Tim P2T Pemkab Tobasa,” ujar Manager Proyek PLTA Asahan III, Robert Aprianto Purba, di kantornya, Selasa (10/7/2012).

Kelebihan dana yang ada, ungkap Robert, dikembalikan ke manajemen pusat agar bisa disalurkan kepada 43 warga setempat yang belum sempat menerima dana gantirugi tersebut. Kata dia, puluhan warga yang belum menerima dana ganti rugi itu umumnya karena berhalangan hadir, baik karena keluar kota, urusan pesta, dan lainnya.

Adapun warga yang berhak menerima ganti rugi, kata Robert, sesuai pendataan Tim P2T adalah yang memiliki bukti-bukti berupa sertifikat hak milik (SHM), girik tanah dari lurah, dan sejenisnya yang bisa dipertanggungjawabkan oleh warga pemilik lahan kepada Tim P2 Pemkab Tobasa.

Untuk Tim P2T sendiri, Robert menyebutkan PLN memberikan bantuan dana untuk proses pendataan seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 58/2008 tentang Biaya Operasional Tim Panitia Pengadaan Tanah.

Kata Robert, pembebasan lahan dimaksud bertujuan untuk membangun sarana infrastruktur, termasuk basecamp dan jalan yang menghubungkan desa tersebut dengan daerah lain di Tobasa. Hal yang sama juga dilakukan untuk daerah Asahan.

Menurutnya, dengan pembangunan jalan selebar 6 meter dan diaspal hotmix, maka sangat diyakini dapat mengingkatkan perekonomian masyarakat Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, dan Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan, Meranti Kabupaten Toba Samosir.

“Tujuan pelebaran jalan ini tidak hanya untuk keperluan proyek, namun utamanya adalah untuk keperluan masyarakat sekitar. Tersedianya jalan yang baik yang menghubungkan Kota Porsea ke kota Puloraja merupakan prasarana umum yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Robert. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site