Berdagang dengan China, Sumut Surplus US$ 16,086 Juta

Alexander June 15, 2012 1
Berdagang dengan China, Sumut Surplus US$ 16,086 Juta

MEDAN – Neraca perdagangan Sumatera Utara (Sumut) dengan China sepanjang tahun 2012 mengalami surplus sebesar US$ 16,086 juta. Kondisi ini menunjukkan kalau Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) telah berusaha untuk memperkuat produk dalam negeri. Meski buyer menahan order komoditas asal Sumatera Utara (Sumut) karena sejumlah industry memangkas produksi.

Menurut data yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, nilai ekspor Sumut ke China pada Januari-April 2012 senilai US$ 296,436 juta. Sementara impor Sumut dari China pada periode yang sama tercatat US$ 280,350 juta atau surplus US$ 16,086 juta.

“Neraca perdagangan ke China yang mengalami surplus dipengaruhi berkurangnya impor terutama bahan baku yang selama ini banyak digunakan untuk menyokong industri Sumut,” kata Kepala BPS Sumut, Drs Suharno,MSc, di kantornya, Kamis (14/6/2012).

Selain itu, impor makanan dan minuman yang sebelumnya nilainya cukup besar, juga mengalami penurunan. Secara umum, sebutnya, neraca perdagangan Sumut sepanjang tahun memang masih mencetak surplus senilai US$ 16,086 juta. “Kita berharap, perdagangan ke China selalu surplus,”ujarnya.

Dibandingkan tahun 2011, pada periode yang sama Sumut mengalami defisit. Namun, nilainya cukup kecil yakni ekspor mencapai US$ 252,971 juta, sementara impor dari China tercatat senilai US$ 252,027 juta.

Namun, dengan adanya kebijakan Pemerintah China untuk menggenjot perekonomian sejak bulan Mei lalu, diperkirakan ekspor Sumut akan kembali meningkat sehingga diharapkan akan mendongkrak surplus neraca perdagangan Sumut ke China.

Pengamat ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Dr Parulian Simanjuntak, mengatakan, Pempropsu bisa lebih aktif membantu penguatan produk dalam negeri sehingga neraca perdagangan Sumut dengan China masih bisa surplus dengan nilai yang lebih besar. Hanya saja tetap butuh komitmen yang lebih tegas.

“Apabila pemerintah membantu menggenjot peningkatan ekspor terutama untuk produk UKM, akan bisa menjaga neraca perdagangan tetap surplus. Adapun upaya yang harus dilakukan pemerintah, seperti meningkatkan infrastruktur terutama sektor hilir sehingga tercipta penguatan produk dalam negeri,” ujarnya. (Muhammad Isya)

One Comment »

  1. Ben July 3, 2012 at 7:04 pm - Reply

    Terima kasih atas penawarannya. Kami siredni sebenarnya menyediakan semua jenis kopi luwak arabika yang tentu saja terjami proses produksi dan kualitasnya. Karena itu, kami belum bisa kerjasama untuk saat ini. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kerjasama antar-kita bisa dilakukan di lain kesempatan. Terima kasih atas kepercayaannya.

Leave A Response »

Switch to our mobile site