MEDAN – Para Medanners yang tengah menjalankan ibadah puasa pasti selalu ingin merasakan berbagai menu nikmat setiap berbuka. Terkadang, Anda pasti bingung di mana harus mencarinya. Belum lagi urusan harga yang relatif mahal. Nah, untuk itu, Medan Magazine mengajak Anda mencicipi menu spesial ramadhan di Masjid Lama Gang Bengkok, Jalan Mesjid Kesawan, Medan.
Masjid yang dulu berada di tengah-tengah pemukiman warga melayu, mandailing, namun sekarang sudah dipadati warga Tionghoa ini menyediakan menu berbuka puasa, bubur anyang atau bubur lemak yang sudah menjadi tradisi turun temurun dalam bulan ramadhan sejak Mesjid Lama dibangun.
Seorang pemasak bubur anyang, Husna Tanjung (56), mengatakan, bubur anyang tersebut sudah menjadi tradisi temurun sejak masjid dibangun.
“Cuma bulan puasa aja bubur ini ada, keunikan bubur ini sendiri ada pada campurannya yakni beras, santan, kayu manis, buah pelagah, cengkeh, bunga lawang, merica, ketumbar, lengkuas, jahe, serai, daun sop dan daging yang dicampur jadi satu saat dimasak. Saat dihidangkan, bubur dimakan dengan dicampur anyang yakni campuran toge, daun pakis dan kelapa,” ujarnya.
Husna sudah memasak bubur ini sejak 15 tahun lalu. Dibantu adiknya, per hari bubur dibuat sebanyak 3,5 kg atau cukup untuk 120 mangkuk.
Sekretaris Badan Kenaziran Mesjid Lama, H Muhammad Ihsan Tanjung, menyebutkan, bubur lemak diperuntukan untuk warga atau jamaah masjid yang berbuka puasa di Mesjid Lama. Tujuannya sebagai ajang silaturahmi antar umat muslim. Menikmati bubur lemak tidak dikenakan biaya alias gratis.
Bubur lemak ini, kata H Muhammad Ihsan, sangat spesial karena terbuat dari bahan-bahan yang sehat. Bubur Lemak merupakan makanan khas Melayu yang sampai sekarang dipertahankan.
“Campurannya ada anyang berupa toge dengan kelapa. Rasanya gurih dan nikmat,” ujarnya.
Tunggu apa lagi, berbuka dengan bubur anyang adalah pilihan tepat. Tak hanya nikmat, gratis yang bisa Anda dapatkan, namun keakraban, silaturahmi serta suasana khas Melayu Medan. Menu ini sangat cocok bagi Anda para musafir yang singgah di Medan bulan ramadhan ini. (Puput Julianti Damanik)













