MEDAN - Urusan makanan, Medan memang gak ada matinya. Kali ini kita akan membawa pembaca berwisata kuliner ke jajanan kaki lima.
Ehm, pernah merasakan lezat es alpokat atau cukup disebut es pokat aja kalau di Medan? Nah, kini kita akan mengajak pembaca menikmati es pokat yang cukup terkenal hanya lewat informasi mulut ke mulut.
Inilah Es Pokat Kocok Bu Lia. Terkenal lezat, bahkan orang rela antre hanya untuk mendapatkan segelas dua gelas es pokat yang lezat dan lemak.
Banyak yang mengakui, es pokat kocok yang kedainya mangkal di Simpang Glugur, Jl KL Yos Sudarso, Medan ini oke punya. Kedainya persisnya tak jauh dari Pajak Glugur ataupun pos polisi di persimpangan depan Outlet Suzuki.
Meski kaki lima, namun harus diakui kelezatan es pokat Bu Lia gak kalah dahsyat dibanding es pokat di gerai yang sudah terkenal.
Tapi jika diperhatikan, ada keunikan es pokat kocok satu ini. Sesuai namanya, buah alpokat tidak dihancurkan pakai blender. Bu Lia bersama suami justru mengocok buah alpokat sedemikian rupa.
Inilah pembedanya, pokat kocok Bu Lia, dikocok secara cepat pakai alat pengocok. Kemudian disiram dengan air gula, gula aren, santan dan juga susu kental manis putih. Tak ketinggalan es serut ditambahkan sebagai topping.
Berapa duit yang harus dirogoh untuk merasakan lemaknya pokat kocok ini? Ehm, boleh percaya boleh tidak, hanya Rp 7.000 saja! Menurut Bu Lia, pokat kocok ini sudah menjadi usaha turun temurun dari keluarganya. “Jadi kita ini udah jualan dari sekitar tahun 1968 mbak. Trus, saya ngelanjuti aja,” katanya.
Soal rasa, jangan ditanya kesegarannya. Serat-serat pokat yang belum terkena kocok, semakin nikmat ketika diminum bersama serutan es batu, belum lagi campuran santan dan gula aren yang menjadi nilai plusnya. Rasa makin lemak gurih manis berkat tambahan susu kental manis.
Pokat kocok ini mulai buka pukul 14.00-24.00 WIB. Menurut Bu Lia, dia bisa menghabiskan pokat sampai 60 kg per harinya. “Kalau malam justru ramai yang beli,” katanya. (Rizki Ardhani)













