logo-medanmagazine

Dinas Pertanian Sumut Relokasi Pupuk Bersubsidi

MEDAN – Kepala Dinas Pertanian Sumut, Ir.M. Roem mengatakan,untuk mengantisipasi kelangkaan/kekurangan pupuk bersubsidi di sebagian kabupaten/kota dalam menghadapi musim tanam mendatang di provinsi ini, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian (Distan) telah dilakukan realokasi, yakni dengan mengurangi jumlah alokasi kabupaten/kota yang rendah penyerapannya dengan menambahkannya ke kabupaten/kota yang tinggi penyerapannya dan masih sangat membutuhkan.

“Upaya tersebut ditetapkan dalam Keputusan Gubsu 18 Oktober 2012 tentang realokasi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian antar kabupaten/kota Provinsi Sumut 2012. Secara totalnya, alokasi untuk semua jenis pupuk setelah adanya Keputusan Gubsu 18 Oktober 2012 memang berkurang, namun jika dilihat dari per daerah ada kabupaten yang semula berlebih jadi berkurang dan yang serapannya rendah ditambah,” ungkap M.Roem melalui Kabid Pengelolaan Lahan Air dan Sarana, Ir Adam Brayun Nasution, di kantornya Jalan AH Nasution Medan, Kamis (22/11).

Diungkap Adam, berdasarkan Keputusan Gubsu yang lama realokasi pupuk bersubsidi terdiri dari jenis pupuk Urea sebanyak 207.603 ton, SP 36 sebanyak 60.804 ton, ZA 53.005 ton, NPK 165.506 ton dan organik 46.807 ton, namun setelah perubahan menjadi 207.608 ton, naik 5 ton, untuk jenis Urea, SP36 sebanyak 55.419 ton atau turun dari alokasi sebelumnya, ZA 51.010 ton, NPK 144.011 ton dan organik 34.612 ton.

Dia mengambil contoh tertinggi pemakaian pupuk Urea yakni Kabupaten Simalungun 6.582 ton, tidak ada perubahan jumlahnya dengan peraturan Gubsu menyusul Karo semula 18.984 ton menjadi 21.484 ton, Deli Serdang semula 17.274 ton menjadi 22.074 Serdang Bedagai 16.274 ton naik menjadi 17.274 ton.

Umumnya, sebut Adam, kabupaten yang terbilang surplus beras di propinsi ini, maka pupuk rsubsidi yang diberikan itu ada yang tetap alokasinya sebelum ada perubahan, namun ada yang betambah jumlah alokasinya. Dengan kata lain daerah surplus beras di Sumut tidak ada yang dikurangi jumlah alokasi pupuk bersubsidi.

Ketika ditanya serapan pupuk di Sumut, dia menyebutkan, sebenarnya serapannya cukup tinggi, hingga posisi Oktober 2012, sebab puncak musim tanam September, Oktober dan November dan Desember 2012,karena membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak.

Berdasarkan data Januari hingga Agustus 2012, pupuk urea bersubsidi untuk sektor pertanian yang diserap petani di Sumut mencapai 98.911,25 ton atau 81,74 % dari alokasi kebutuhan pupuk menurut Per Gub no 1 tahun 2012 kebutuhan selama 8 bulan sebesar 121.005 ton.

Jika dibanding dengan alokasi kebutuhan pupuk setahun sebesar 207.600 ton, maka serapan pupuk urea ini baru mencapai 47,65 %, namun serapan atau realisasi ini cukup lumayan persentasenya. Disebutkan Adam, selain pupuk urea juga alokasi pupuk SP 36 sebesar 35.805 ton, realisasinya 29.797,40 ton atau 56,42 %, Pupuk ZA alokasi 30.773 ton, realisasi 35.089,10 ton atau 114,03 %. NPK alokasi 94,281 ton, realisasi 72.597,90 ton atau 77,00 %. Pupuk organik 24.097 ton, realisasi 15.311,50, atau 63,54 %.

Dikatakanya, untuk alokasi kebutuhan pupuk setahun untuk SP36 sebesar 60.800 ton ,realisasinya 49,01 %, pupuk ZA 53.000,realisasinya 66,21 %, NPK 165.500,realisasinya 43,87 % dan pupuk organik 46.800 ton, realisasinya 32,72 % .

Disinggung penyerapan pupuk ZA yang lebih besar dari pupuk Urea, menurut mereka, adanya keraguan petani menggunakan pupuk urea disebabkan perubahan warna dari warna putih ke pink, sehingga para petani cenderung banyak menggunakan pupuk ZA. Padahal dari hasil uji di Laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan hasil kandungan Nitrogennya 46,39 % dengan kadar air 0,11 %.

Untuk mempercepat penyerapan pupuk bersubsidi yang dialokasikan ke kabupaten/kota,maka Kepala Dinas Pertanian Sumut, Ir HM Roem melayangkan surat ke Kabupaten/Kota agar mensosialisasikan penggunaan pupuk urea berwarna pink kepada petani.

Menurutnya, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani, pekebun dan peternak yang mengusahakan lahan maksimal di bawah 2 hektar setiap musim tanam per keluarga. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi tahun 2012 ,untuk urea Rp1.800 per kg, SP-36 Rp2.000 per kg, ZA Rp1.400 per kg, NPK Rp2.300 per kg dan organik Rp500 per kg. (Muhammad Isya)

Share This Article

Skuat PSMS Ditentukan Pekan Depan

Next Story »

Api Masih Menyala di Sambu Medan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Film

  • the-equalizer

    The Equalizer

    2 months ago

    MEDAN – Sebuah gebrakan besar baru-baru ini lahir dari sutradara Antoine Fuqua yang sebelumnya dikenal  dengan  film-film bertema  kriminal  seperti  Training Day, Brooklyn Finest, hingga Olympus Has ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    SexHealthLiving

  • Dr-Lee-Lasik

    Mata Indah: Antara Rias Wajah dan Kesehatan

    2 months ago

    JAKARTA – Keanekaragaman produk riasan mata, lensa kontak mewah, kacamata hitam yang keren, dan bingkai kacamata rancangan desainer ternama menyiratkan satu tujuan; orang ingin membuat mata mereka ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Culinary

  • Longest2-Buffet-Santika-Med

    Warga Medan Serbu Buffet Kebangsaan Santika

    2 weeks ago

    MEDAN – Memperingati hari Pahlawan, Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan sukses menggelar 3rd Longest Buffet dengan tajuk Boeffet Kebangsaan. Sedikitnya 400 pengunjung memadati area Foyer Convention ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Travel

  • Panda-Singapura

    Kenapa Panda Berwarna Hitam Putih?

    3 weeks ago

    JAKARTA – Panda yang berasal dari Cina adalah hewan yang sangat langka. Diperkirakan hanya ada sekitar 2.000 sampai 3.000 panda di seluruh dunia. Bentuk tubuh panda sangat ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Classified Ads

    Brows more Blog post

    More