logo-medanmagazine

Ekspor Makanan Olahan dan Kosmetik Sumut Terbentur Syarat Halal

MEDAN – Ekspor produk makanan olahan lokal dan kosmetik di Sumatera Utara (Sumut) masih terbentur syarat kehalalan. Makanya produk tersebut belum berkembang di pasaran internasional. Apalagi masih banyak pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak mengetahui tata cara dan persyaratan ekspor yang berlaku.

“Padahal produk makanan olahan kita diminati pasar internasional. Tapi persyaratan dari negera tujuan sering tidak bisa terpenuhi terutama kehalalan produk tersebut,” ujar Ketua UKM Center Sumatera Utara (Sumut), Deni Faisal Mirza, Jumat (27/7/2012).

Menurut Deni, ekspor komoditas makanan olahan yang diproduksi UKM Sumut berpotensi untuk berkembang di pasaran internasional. Disebabkan banyak pelaku UKM yang kurang informasi syarat halal yang harus dibuat, membuat produk lokal kalah dan bahkan tidak bisa berkembang.

“Makanan dari Sumut sangat diminati pasar internasional, seperti manisan halua. Namun karena tidak memenuhi syarat halal menyebabkan UKM kesulitan untuk memasarkannya di pasar internasional,” katanya.

Di Sumut, ungkapnya, produk UKM yang kini berkembang di pasar ekspor adalah produk kerajinan dan furnitur. Jumlah produk yang diekspor pun masih kecil, belum banyak memberikan kontribusi dalam meningkatkan volume ekspor Sumut.

“Volume ekspor yang dilakukan selama ini pun rata-rata Rp 1 miliar – Rp 2 miliar per tahun,” kata Deni.

Kurangnya kegiatan ekspor UKM Sumut ini, menurutnya, terjadi karena kegiatan ekspor baru terjadi dalam dua tahun belakangan. Itupun karena ada event-event di luar negeri. Karena itu, volume ekspor produk UKM masih temporer dan belum berkelanjutan.

Selama ini, diakuinya, para pelaku UKM yang mengikuti kegiatan promosi pameran ke luar negeri saja yang melakukan ekspor. Sehingga, jika ada event dan pemesanan, saat itulah pengusaha UKM membuat produk dan mengekspornya.

Kondisi ini turut didukung oleh kurang pahamnya pelaku UKM cara melakukan ekspor. Misalnya tentang peti kemas, atau syarat halal dalam makanan dan syarat lainnya. Meskipun ada pelatihan yang diberikan pemerintah, imbuhnya, peserta pelatihan asal pilih saja.

Bahkan usaha mikro pun diikutkan sehingga pelatihan tersebut tidak bermanfaat. Selain itu, jika ingin melakukan ekspor, sumber daya manusia dan financial pelaku UKM pun harus kuat. Padahal, dukungan dari lembaga keuangan dan pemerintah juga belum maksimal.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Sofyan Subang mengatakan, beberapa tahun belakangan ini produk makanan olahan dari Sumut sudah mulai dikenal pasar internasional. Produk makanan dan minuman olahan seperti keripik ubi, markisa, dodol durian dan kopi dari Sumut, sudah mulai tampak dipasarkan di luar negeri.

“Produk-produk ini dipasarkan setelah mengikuti pameran di luar negeri,” ujar Subang melalui telepon selulernya.

Sofyan mengatakan, kendala sertifikat halal untuk pemasaran produk makanan olahan Sumut sebenarnya hanya terjadi ke negara muslim. Sedangkan untuk pemasaran di negara non muslim terbentur oleh persyarat kesehatan. Jadi jika produk makanan olahan ingin diekspor harus mengurus syarat halal dan kesehatan. (Muhammad Isya)

Share This Article

Harga Emas London Rp497 Ribu per Gram

Next Story »

Diduga Geng Motor, 3 Remaja Dipukuli Warga

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Film

  • the-equalizer

    The Equalizer

    2 months ago

    MEDAN – Sebuah gebrakan besar baru-baru ini lahir dari sutradara Antoine Fuqua yang sebelumnya dikenal  dengan  film-film bertema  kriminal  seperti  Training Day, Brooklyn Finest, hingga Olympus Has ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    SexHealthLiving

  • Dr-Lee-Lasik

    Mata Indah: Antara Rias Wajah dan Kesehatan

    2 months ago

    JAKARTA – Keanekaragaman produk riasan mata, lensa kontak mewah, kacamata hitam yang keren, dan bingkai kacamata rancangan desainer ternama menyiratkan satu tujuan; orang ingin membuat mata mereka ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Culinary

  • Longest2-Buffet-Santika-Med

    Warga Medan Serbu Buffet Kebangsaan Santika

    2 weeks ago

    MEDAN – Memperingati hari Pahlawan, Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan sukses menggelar 3rd Longest Buffet dengan tajuk Boeffet Kebangsaan. Sedikitnya 400 pengunjung memadati area Foyer Convention ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Travel

  • Panda-Singapura

    Kenapa Panda Berwarna Hitam Putih?

    3 weeks ago

    JAKARTA – Panda yang berasal dari Cina adalah hewan yang sangat langka. Diperkirakan hanya ada sekitar 2.000 sampai 3.000 panda di seluruh dunia. Bentuk tubuh panda sangat ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Classified Ads

    Brows more Blog post

    More