MEDAN – Sebagai tenaga pendidik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sudah semestinya memiliki sistem ajar mengajar yang bernilai lebih. Mengingat apa yang menjadi subjek ajar juga berbeda dari kategori siswa didik pada umumnya.
Salah satu kunci dari keberhasilan guru PAUD ialah kemampuan berkomunikasi secara efektif yang disampaikan kepada peserta PAUD.
Menurut banyak psikolog, dikatakan keterampilan berkomunikasi menjadi kunci pengendalian diri dan keberhasilan berhubungan dengan lainya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumut, Sutias Handayani, belum lama ini pada saat Diklat Pendidik Anak Usia Dini tingkat dasar Guru Taman Kanak-kanak Provinsi Sumut di Gedung BPPNFI Regional I Jalan Kenanga Raya Medan.
Dijelaskannya, ada tiga tahapan atau cara berkomunikasi dengan anak yakni berkomunikasi dengan menggunakan bahasa verbal dan bahasa tubuhnya, kemudian perkembangan bahasa diperluas oleh guru melalui modeling dan pengkodean kegiatan, dan akhirnya kemampuan bahasa anak terus didorong untuk membantu anak dalam memecahkan masalahnya dan berhubungan dengan orang lain.
“Agar pesan sampai ke anak, sebaiknya guru memperhatikan teknik berkomunikasi. Misalnya dengan cara tidak berbicara tergesa-gesa, karena kemampuan anak menangkap pesan masih terbatas dan itu juga dapat memberikan kesempatan pada anak untu menganalisa pesan,” katanya.
Ditambahkannya, merangsang kemampuan bahasa verbal juga harus dilakukan lebih tinggi. Menurutnya cara komunikasi positif tentunya akan membuat hubungan orangtua dengan anak-anaknya lebih hangat dan erat. “Dan ini tentunya akan sangat positif bagi tumbuh kembang anak hingga dewasa,” ujarnya. (Rizki Ardhani)













