Harga Daging Ayam di Medan Berangsur Turun

Alexander January 22, 2013 0
Harga Daging Ayam di Medan Berangsur Turun

foto-pedagang-daging-ayamMEDAN – Harga daging ayam di pasar Kota Medan mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir ini. Kemarin, harga daging ayam diperdagangkan berkisar Rp 24.000- Rp 25.000 per kilogram (kg) atau turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh angka tertinggi Rp 30.000 per kg.

Effendi, pedagang ayam potong di Pusat Pasar Medan mengatakan, turunnya harga tersebut seiring pasokan ayam potong (boiler) yang mulai lancar ke pedagang. “Memang,awal tahun baru pasokan sempat terganggu, bahkan berkurang hingga angka 50 persen ketika itu. Tapi sekarang pasokan sudah mulai lancar,” katanya.

Padahal, ungkapnya, saat itu, permintaan konsumen cenderung naik, sehingga memaksa pedagang untuk menaikkan harga. Beruntung, sekira dalam empat hari terakhir pasokan dari sejumlah peternak sudah mulai lancar sehingga pedagang menurunkan harga.

Hal yang sama juga di ungkapkan Saipul, pedagang daging ayam di Pasar/Pajak Simpang Limun Medan. Dikatakannya, dengan pasokan yang mulai lancar itu, pedagang lebih leluasa untuk menurunkan harga untuk memancing permintaan. “Selain itu, harga pengambilan dari peternak juga sudah mulai turun. Ayam-ayam yang dilepas juga sudah layak panen dan kami bisa menggenjot penjualan lagi,” ujarnya.

Saipul mengakui, meski harga daging ayam saat ini telah turun, tetap saja angka tersebut masih mahal karena harga normal daging ayam di pasaran biasanya bermain pada angka Rp 22.000 per kg. Saat ini pun, pasokan yang masuk belum sepenuhnya lancar karena hanya bisa memenuhi sekira 75% dari kebutuhan pedagang biasanya.

Para pedagang tersebut memprediksi, dengan melihat kondisi seperti sekarang ini, pasokan akan terus lancar sehingga sekira dalam tiga pekan ke depan harga daging ayam akan menyentuh angka normal. “Biasanya seperti itu, pasti pasokan akan lancar terus,” katanya optimis.

Sementara itu, Lisawaty pengunjung di Pasar Simpang Limun mengatakan, meski harga daging ayam telah mengalami penurunan, hingga saat ini pihaknya masih menahan pembelian karena masih mahal. “Saya membeli daging ayam lebih sedikit dari biasanya karena masih mahal, selain itu bahan kebutuhan pokok lainnya juga masih mahal,” katanya. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site