Hari Buruh Perkokoh Hubungan Pengusaha dan Pekerja

Alexander May 2, 2013 0
Hari Buruh Perkokoh Hubungan Pengusaha dan Pekerja

MEDAN – Hari buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei diharapkan dapat lebih memperkokoh hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja, menjadi pendorong semangat kerja sekaligus menumbuhkan kebanggaan bagi seluruh pekerja dalam rangka pengabdiannya kepada pembangunan nasional dan daerah yang dilandasi sistem hubungan industrial pancasila.

Hal ini dikatakan Walikota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM pada acara peringatan hari buruh internasional tingkat Kota Medan, Rabu (1/5/2013), di lapangan Merdeka Medan. Hadir dalam kesempatan itu Pangdam I/BB, Mayjend TNI Lodewijk F Paulus, Kapoldasu, Irjend Pol Wijsnu A Sastro. Wakil Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun, Ketua DPRD Medan, Drs Amiruddin, unsure Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sumut dan Kota Medan, unsur  ketua dan pengurus DPC Serikat Pekerja dan para buruh se Kota Medan.

Dikatakannya, pihaknya sangat memahami berbagai isu yang menjadi pembicaraan di kalangan pekerja, seperti persolan outsourcing, kontrak kerja, tingkat kesejahteraan, kenaikan harga pangan, situasi bahan bakar minyak dan lainnya. Bila ini tidak dikomuikasikan, tentu dapat menimbulkan suasana yang kurang kondusif di tengah-tengah masyarakat, pemerintah terus berupaya mencari jalan keluar merumuskan solusi yang baik, bukan hanya sekedar usaha tetapi untuk kepentingan masyarakat seluruhnya.

“Pekerja adalah modal strategis dalam pembangunan, untuk itu saya bertekad untuk mewujudkan iklim dan kondisi kerja yang lebih baik lagi yakni adanya ketengan bekerja dan kepastian berusaha, saya yakin rekan-rekan yang ytergabung dalam organisasi serikat pekerja juga memiliki tekad yang sama,“ ujar Rahudman.

“Tadi buruh menyampaikan tuntutan, dan apa yang menjadi tanggung jawab Pemko Medan akan dilakukan, selanjutnya kita memberikan bantuan sembako kepada para buruh, sekedar membangun silaturahmi, kita berharap apa bila antara buruh, pengusaha, dan Pemko, bisa berkordinasi dengan baik maka masalah-masalah antara buruh dengan pengusaha akan dapat dicari jalan keluarnya, “ ungkap Wali Kota.

Acara diawali dengan pembacaan sembilan aspirasi dan tuntutan buruh yakni, jadikan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional, hapus sistem kerja outsourcing, efektifkan kinerja kepengawasan, tolak sistem upah murah, selesaikan kasus-kasus ketenagakerjaan di Kota Medan, laksanakan UMK dan UMSK di Kota Medan secara konsisten, tolak iuran SJSN sebagai wajib pekerja, tolak kenaikan harga BBM, dan terakhir, tolak kenaikan tarif daya listrik. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site