MEDAN – Meski tidak ada stimulus pada pidato Bernanke di akhir pekan, namun dengan janji akan mengeluarkan stimulus tersebut jika diperlukan, memberikan sedikit sentimen positif yang direspon oleh kenaikan tipis bursa Wall Street.
Sementara, bursa regional dibuka di zona merah terpengaruh oleh rilis data PMI China pada Sabtu kemarin yang menunjukkan penurunan di bawah level 50 untuk pertama kalinya semenjak November 2011. Selain itu, pelaku pasar juga menanti keluarnya data manufaktur China yang akan dirilis HSBC pukul 9.30 nanti.
Jumat pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjatuh di bawah level psikologis 4.000 dan menguji retracement 38,2% selaku support kuatnya meskipun kemudian berhasil bangkit didorong oleh aksi beli yang masif dari investor lokal.
Dengan rebound yang terjadi dan didukung naiknya value perdagangan, indeks berpotensi melanjutkan penguatan positifnya dan akan mencoba untuk menutup falling gap kisaran 4.066-4.072 yang sempat terbentuk.
Pembalikan arah dari Stochastic yang cenderung membentuk golden cross juga memberikan sinyal akan menguatnya buying power di pasar seiring melemahnya selling power yang selama ini lebih mendominasi.
“Namun mengingat posisi closing IHSG yang berada dekat dengan area resistance kuat kisaran 4.080-4.105 maka penguatan indeks cenderung akan terbatas,” ujar Analis Danareksa Research melalui Account officer Danareksa Cabang Medan, Gunawan Bonjamin kepada MedanMagazine, Senin
(3/9/2012). (Muhammad Isya)












