Indonesia Ikut Serta dalam Konser Kecapi Di Shanghai

Mohammed Bintang June 21, 2012 0
Indonesia Ikut Serta dalam Konser Kecapi Di Shanghai

Ketua Kesenian Di Ming Hang Youth Distric Center Mr Lu (kiri-kanan), Seksi Kesenian Assosiasi Propinsi bersaudara sekaligus Kepala sekolah Jade Music School FOTO BERSAMA – Ngartini Huang, tim perwakilan Sumut Ven Hong En dan Master of Guzheng di Shanghai He Xiao Tong berfoto bersama saat survei acara di Shanghai beberapa waktu lalu.

MEDAN - 18 delegasi pemain kecapi dari Jade Music School, Indonesia akan ikut serta dalam konser kecapi (Guzheng) bersama di Shanghai selama 10 hari mulai 24 Juni sampai 2 Juli 2012. Konser tersebut diadakan di dua tempat yakni di gedung Kang Cheng Shi Yan Xue Xiao dan Ming Hang Youth District Center.

Seksi Kesenian Assosiasi Propinsi Sumut bersaudara sekaligus Kepala sekolah Jade Music School, Ngartini Huang mengatakan bahwa konser kecapi yang diselenggarakan di Shanghai merupakan rangkaian kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok untuk program pertukaran kebudayaan dan sebagai konser silahturahmi kedua negara.

“Konser kecapi bersama ini sudah sekali dilaksanakan, dan tahun ini sudah tahun kedua. Tentunya, dengan diadakan konser tahunan seperti ini akan mempererat hubungan antara kedua negara dan akan terjadi pertukaran budaya melalui seni musik dari alat tradisional Tiongkok tersebut,” kata Ngartini Huang, Kamis (21/6) di Jalan Singosari No 3F Medan.

Ditambahkannyalagi bahwa tim pemain kecapi Indonesia dari Jade Music School akan membawakan sekitar 5 lagu diantaranya, lagu daerah Sumatera Utara, sountrack Kungfu Master dan lagu dari negara Korea.

“Kita akan tampil mengenakan pakaian kebaya yang merupakan pakain resmi Indonesia dan lagu-lagu yang kita bawakan berbeda dari mereka. Salah satu lagu khas dan menjadi lagu pavorit penonton pada tahun lalu yang juga akan dibawakan tahun ini ialah lagu Xing Xing So dari daerah Sumatera Utara,” jelasnya.

Menurutnya pada saat ini, alat musik asal negara Tiongkok banyak digemari oleh masyarakat Tionghoa di Medan mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Hal ini disebabkan, karena memainkan alat musik kecapi tidaklah sulit jika dilihat dari sisi notasi angkanya. Pemain juga diajari untuk menikmati lagu yang dibawakannya.

“Konser kecapi di Shanghai, merupakan program menarik yang ditawarkan Jade Music School. Semoga nantinya tim dari Medan dapat memainkan alat musik kecapi dengan baik di sana. Dan ajang konser ini diharapkan memacu semangat mereka untuk terus melestarikannya dan berjuang memperkenalkan musik tradisional Tiongkok kepada masyarakat di Indonesia khususnya di Medan. Dan kita ingin pemain-pemain kecapi di Medan mulai diperhitungkan di ajang Internasional,” harapnya.

Untuk persiapan, lanjutnya, mereka sangat bersungguh-sungguh dan disiplin. Karena di sana mereka akan berkolaborasi dengan pemain dari Shanghai yang sudah profesional dan berpengalaman. “Latihannya sudah enam bulan, kita ingin tampilkan yang terbaik, sebab itu setiap murid yang kita didik dituntut untuk mengikuti latihan dengan disiplin dan harus mengikuti jadwal yang padat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta konser kecapi, Jocelyn Paramila mengaku bangga dan bahagia karena dapat tampil di depan ribuan penonton di Shanghai. “Ini kedua kalinya saya mengikuti konser ini, dan konser ini merupakan ajang berprestasi dan ajang pengalaman buat saya. Kita ketahui sendiri, di Medan jarang diadakan konser khusus kecapi dan di Shanghai nantinya, kami bisa banyak belajar musik kecapi yang langsung dari negara asalnya,” ucapnya.

Dilanjutkannya bahwa selain belajar alat musik kecapi, pihaknya juga bisa belajar alat musik tradisional Tiongkok lainnya dari guru yang lebih profesional. “Kesempatan untuk belajar dengan guru di sana tidak akan kami sia-siakan, bagaimanapun mereka memiliki tahaf lebih tinggi pada proses pembelajaran bermain alat musik tersebut. Semoga kami juga dapat mengharumkan nama Indonesia di Shanghai nantinya,” pungkas Jocelyn.

Kedelapan belas orang yang akan diberangkatkan diantaranya, Ngartini Kartini, Juli Tjiuwanto, Jocelyn Paramila, Jessica Qiqi, Jannarty (Siau Ting), Yenny, Jeffry Owen, Carrina, Juliawaty, Erfina, Catherine, Siau Hung, Ella CR, Jatinah, Cindira, Ng Mei Tjo, Junawati dan Dyana Tok. (Laporan: Puput Julianti Damanik)

Leave A Response »

Switch to our mobile site