Transaksi Pegadaian Kanwil Medan Naik 50 Persen

RN June 12, 2012 0
Transaksi Pegadaian Kanwil Medan Naik 50 Persen

MEDAN –  Menyambut tahun ajaran baru 2012/2013, transaksi gadai di  PT Pegadaian (Persero) Wilayah Sumut dan Aceh meningkat hingga 50%. PT Pegadaian (Persero) Kanwil  Medan tersebut telah menyiapkan dana hingga Rp 700 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan uang pinjaman (UP).

“Menjelang tahun ajaran baru, banyak orangtua di Medan yang menggadaikan barang berharga dan dana yang diperoleh digunakan untuk biaya sekolah putra putri mereka. Sekitar 90% dari barang jaminan yang digadaikan berupa emas. Sisanya berupa barang elektronik dan kendaraan bermotor,” ujar Kepala PT Pegadaian (Persero) Kanwil Medan, Agus Prambodo, di kantornya Jalan Pegadaian Medan, Selasa (12/6/2012).

Dia memperkirakan, peningkatan itu terus terjadi hingga akhir Juni. Selain itu, ungkapnya, peningkatan transaksi diyakini terus akan
terjadi mengingat setelah usai tahun ajaran baru akan ada puasa Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri. Kondisi ini, ujar Agus,
membuat transaksi diyakini akan semakin tinggi.

“Untuk saat ini mayoritas para nasabah datang untuk memenuhi kebutuhan masuk sekolah seperti seragam dan pendaftaran sekolah,” terangnya.

Agus memprediksi, pada awal Juli mendatang nasabah yang datang bukan hanya dari masyarakat biasa namun juga para pengusaha kecil menengah yang membutuhkan dana segar untuk membantu modal usaha.

Kondisi ini, bilangnya, akan terjadi pada akhir hingga akhir Agustus mendatang. Ditanya soal alat gadai, dia mengakui masih didominasi oleh produk logam mulia yakni emas.

Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Muhammad Ishak mengatakan, transaksi seperti ini memang kerap terjadi setiap tahunnya. Dan ini, ujarnya, sudah menjadi kebiasaan. Menurutnya, tingginya peningkatan transaksi di PT Pegadaian menggambarkan bahwa masyarakat sudah mulai menanamkan kepercayaan terhadap Pegadaian.

Selain itu, ujarnya, faktor ekonomi di mana masyarakat membutuhkan dana tambahan buat anak sekolah, keperluan lainnya seperti menyambut puasa dan lebaran.

“Disatu sisi bernilai positif karena masyarakat sudah mulai memiliki kepercayaan terhadap Pegadaian. Disisi lain menggambarkan bahwa masyarakat belum sejahtera karena masih membutuhkan dana tambahan untuk keperluan sekolah. Itu artinya biaya sekolah masih terlalu tinggi sehingga masyarakat harus menggadaikan barangnya,” jelas Ishak . (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site