MEDAN – Koperasi adalah badan usaha yang dibangun berdasarkan kepentingan ekonomi yang sama. Di dalamnya minimal harus ada 20 orang anggota. Koperasi diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Hal ini disampaikan Kabid kelembagaan Koperasi Provinsi Sumatera Utara, Mardiana SE, M.Si kepada Medan Magazine usai pelatihan Koperasi Syariah BMT W.I Siti Khadijah di Jalan STM Ujung, Gang Suka Elok, Selasa (3/7).
Ia menyampaikan, koperasi sebagai badan usaha yang berazaskan kekeluargaan dibentuk dengan tujuan mensejahterakan para anggotanya.
“Landasan koperasi adalah prinsip koperasi, tujuannya untuk mensejahterakan anggota bukan pengurus ataupun ketuanya saja. Manfaat bagi anggota dapat meningkatkan nilai tambah secara bersama-sama, anggota dapat menjual barang-barang hasil produksi secara bersama dengan mendapatkan harga yang lebih tinggi dan menghindari persaingan yang tidak sehat,” paparnya.
Ditambahkannya, dengan koperasi anggota dapat menentukan pembagian sisa hasil usaha dan dapat menjadi pemilik dan pengguna jasa. “Koperasi dibangun berdasarkan kepentingan ekonomi bersama di dalam koperasi tersebut atau sesuai kebutuhan anggotanya, sehingga akan menguntungkan semua anggota yang memang sebagai pemilik dan pengguna jasa. Untuk itu diharapkan loyalitas setiap anggota kepada koperasi harus benar-benar besar, karena keuntungan juga untuk para anggotanya,” jelasnya.
Ia menambahkan, koperasi harus bersifat sukarela dan terbuka, artinya menjadi anggota koperasi tidak boleh dari paksaan orang lain dan koperasi tidak boleh mendiskriminasi, misalnya dengan nama koperasi yang diberi nama dengan berbau agama maka orang-orang yang ikutpun terbatas.
“Koperasi itu terbuka untuk umum tidak boleh membatasi siapa saja yang mau bergabung. Pengelolaan juga harus dilakukan secara demokratis dengan kehendak dan keputusan anggota,” paparnya.
Ditambahkannya, pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. “Pendidikan koperasi untuk semua anggota juga harus dilakukan agar mindset para anggota dapat diubah, sehingga tidak ada yang berpikiran egois. Karena masalah besar dalam membuat sebuah koperasi adalah menyaruhkan pikiran para anggotanya dan memotivasi anggota,” jelasnya lagi.
Untuk itu, Mardiana mengharapkan agar para masyarakat dapat membentuk koperasi untuk membantu kesejahteraan ekonomi rakyat, sehingga rakyat dapat mandiri. (Puput Julianti Damanik)









