FORUM CURHAT - Suasana Forum Curhat di Gus Center, Jalan Pattimura, Medan, Rabu (13/2). Forum Curhat yang digagas Gus Center ini merupakan diskusi regular mengangkat tema populis di Sumatera Utara. Dikusi digelar setiap 2 hari sekali.

Krisis Listrik di Sumut Masih Menjadi Momok

FORUM CURHAT - Suasana Forum Curhat di Gus Center, Jalan Pattimura, Medan, Rabu (13/2). Forum Curhat yang digagas Gus Center ini merupakan diskusi regular mengangkat tema populis di Sumatera Utara. Dikusi digelar setiap 2 hari sekali.MEDAN – Krisis listrik yang menyelimuti Sumatera Utara sampai saat ini masih menjadi momok bagi masyarakat. Persoalan krisis listrik ini ternyata bisa diatasi jika Pemda memiliki keinginan untuk menuntaskannya.

“Dengan semangat otonomi daerah, pemerintah daerah sebenarnya bisa mengatasi krisi energi listrik di Sumut,” kata Ketua Forum Pemberdayaan Ketenagalistrikan Indonesia (Electricity Empowerment Community, IEEC), Martua Sinurat, dalam diskusi Forum Curhat Rakyat di Gus Center, Jalan Pattimura Medan, Rabu (13/2). Juga hadir pembicara lain: Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi, serta moderator Arminsyah Nasution.

Dia mengatakan, saat ini 16 % penduduk Sumut masih ada yang belum teraliri listrik. Data ini merupakan angka yang dikeluarkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara berdasarkan laporan gubernur tahun lalu, kecukupan energi listrik juga masih dalam kondisi rawan. Beberapa power plant yang rencana awalnya selesai 2012 harus diundur hingga 2013. Pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan Sumut masih defisit jika dibandingkan dengan jumlah industri dan penduduk karena total daya listik provinsi ini hanya 1.500 megawatt. Dari sekitar 5.000, masih ada 870 desa yang belum mempunyai aliran listrik. Sedangkan di sektor industri, ada sekitar 300 pabrik yang belum bisa beroperasi karena belum teraliri listrik.

“Jadi masih ada jutaan orang yang butuh listrik di Sumut. Pemerintah daerah bisa memenuhi itu jika memang memiliki visi tersebut,” bebernya.

Peran yang dimaksud Sinurat adalah pembangunan pembangkit listrik mini di Sumut. Di mana saat ini banyak perusahaan yang sudah mengantongi izin tapi tidak juga direalisasikan pembangunannya. Contohnya di Simalungun, meski izin lokasi dan kontrak jual beli arus dengan PLN sudah ada, tapi tidak dibangun.
|
Menurutnya, untuk membangun ini Pemda tidak perlu menggunakan APBD. Kalau sudah ada lokasi yang bisa dimanfaatkan dan dibebaskan Pemda, maka akan banyak investor lokal yang bersedia membangun pembangkit itu. “Tenaga teknis di Sumut ini juga sudah banyak. Tinggal diberdayakan untuk hal tersebut. Pembangkit mini hidro ini, biaya jual listriknya lebih tinggi,” ungkapnya.

Persoalan lain kelistrikan Sumut, kata dia, adalah belum terealisasinya sejumlah proyek besar, seperti Asahan IV, Sei Batang Gadis, Batang Toru, Aek Sibundong, yang memiliki potensi daya listrik ratusan mega watt (MW). “Ada persoalan perizinan dan segala macam yang menjadi kendala. Pemerintah daerah juga harusnya bisa mempercepat ini untuk pemenuhan energi listrik Sumut,” bebernya.

Memang untuk mewujudkan ini tidak sebentar, sebutnya. Tapi, sambung Sinurat, ada solusi lain yakni pengambilalihan PT Inalum oleh pemerintah Indonesia. Pembangkit listrik PT Inalum saat ini memiliki 600 MW, dan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. “Pemda juga harus bisa mendorong agar daya dari PT Inalum dialihkan untuk masyarakat,” katanya.

Dalam diskusi ini, hadir sejumlah wartawan dan perwakilan masyarakat. Tanya jawab dan diskusi pun berlangsung menarik.

R Manalu, peserta diskusi menyebutkan, pemerintah daerah harus gerak cepat untuk mendapatkan suplai listrik dari Inalum. “Itu harus diperjuangkan. Kemudian kontrak pembangkit mini hidro yang sampai sekarang tidak direalisasi, ditarik izinnya dan diserahkan ke orang Sumut saja. Ini saran saya untuk siapapun yang akan menjadi Gubernur Sumut nantinya,” kata Manalu yang juga aktif di IEEC.

Sementara pembicara lainnya, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi, menyebutkan rezim pemerintah saat ini belum bisa memberikan menjamin manfaat kelistrikan yang maksimal. Kata dia, Sumut masih dikelompokkan sebagai wilayah krisis listrik dari Kementerian ESDM.

“Idealnya, semua cara harus dilakukan Pemda dan pemerintah pusat agar layanan kelistrikan yang diterima masyarakat bisa diandalkan. Tapi kami lihat langkah menuju ke sana itu dari pemerintah belum maksimal,” bebernya.

Dia pun mengamini apa yang disebut Martua Sinura, bahwa Pemda bisa membuat pembangkit listrik kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Hal ini sudah dilakukan Pemda di Kalimantan Timur.

“Sumut berpeluang untuk investasi lokal di bidang kelistrikan. Saya kira ini menjadi resolusi bagi krisis energi listrik Sumut. Bagaimana kepemimpinan Sumut juga bisa punya posisi tawar yang kuat di pemerintah pusat. Yang jelas, tidak ada perubahan tanpa berjuang,” ujarnya.

Share This Article

Gatot Resmikan Pembangunan Fasilitas Pendidikan Kader Ulama

Next Story »

Harga Emas Antam Turun Lagi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Film

  • the-equalizer

    The Equalizer

    1 month ago

    MEDAN – Sebuah gebrakan besar baru-baru ini lahir dari sutradara Antoine Fuqua yang sebelumnya dikenal  dengan  film-film bertema  kriminal  seperti  Training Day, Brooklyn Finest, hingga Olympus Has ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    SexHealthLiving

  • Dr-Lee-Lasik

    Mata Indah: Antara Rias Wajah dan Kesehatan

    1 month ago

    JAKARTA – Keanekaragaman produk riasan mata, lensa kontak mewah, kacamata hitam yang keren, dan bingkai kacamata rancangan desainer ternama menyiratkan satu tujuan; orang ingin membuat mata mereka ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Culinary

  • indian-cuisine-edit

    Nikmati Indian Cuisine di JW Marriott Medan

    1 week ago

    MEDAN – Diwali yang jatuh pada 23 Oktober 2014 turut dirayakan di Marriott Café JW Marriott Hotel, Medan. Diwali adalah festival tahun baru dalam agama Hindu. Festival ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Travel

  • Ananta-Nurudi-Sawung-Berpos

    Harapan Kalteng untuk Menpar Baru

    9 hours ago

    PALANGKARAYA – Runner Up Putra Pariwisata Kalimantan Tengah 2013, Ananta Nurudi Sawung mengharapkan Menteri Pariwisata Kabinet Kerja, Arief Yahya, bisa mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Tengah ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Classified Ads

    Brows more Blog post

    More