MEDAN – Dalam rangka merayakan Ulang Tahun Lois yang ke-50, Lois mengadakan lomba dance, fashion show dan lomba foto dengan tujuan meningkatkan keberanian dan kreativitas masyarakat khususnya bagi kaum muda yang memang saat-saatnya untuk berkarya. Acara ini diadakan di depan Paladium, Sabtu (30/6) lalu.
Koordinator Lomba Dance War, Dj Pompom kepada Medan Magazine mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memeriahkan HUT Lois yang ke-50, dengan mengangkat berbagai lomba menjadi rangkaian acaranya, seperti dance, fashion show dan lomba fotografi.
“Untuk perlombaan, Lois merangkainya dengan sangat berbeda. Di sini kita juga buat lomba fashionnya itu ada yang pake baju muslim dan untuk tema acaranya dancenya itu adalah perang dance atau perang nari. Ada tarian etnik juga, untuk foto itu on the spot kegiatan Lois ini sendiri,” paparnya.
Acara ini, lanjutnya adalah kali pertamanya diadakan di Medan. Sebelumnya kegiatan ini juga telah dilakukan di berbagai kota di Indonesia yakni Makasar, Surabaya, Bandung dan beberapa kota lainnya.
Pihaknya mengaku sempat pesimis dengan kegiatan ini, karena satu hari menjelang kegiatan yang mendaftar sangat minim. Namun akhirnya di hari-H panitia kewalahan. “Kita sempat takutkan karena satu hari sebelum kegiatan ini, yang daftar itu cuma beberapa tim saja, tapi paginya kita kewalahan, yang daftar banyak sekali. Antusias anak-anak Medan sangat besar,” ucapnya.
Menurutnya, pihak Brand Manager mengaku puas melakukan kegiatan tersebut. “Acaranya ramai, Brand Managernya juga tadi sempat bilang sangat puas sekali dengan kegiatan ini,” paparnya lagi.
Diharapkannya, kegiatan ini yang memang bertujuan untuk meningkatkan kretivitas kaum muda di bidang nari, kepercayaan diri untuk tampil atau fashion show dapat terwujud.
Di tempat yang sama, seorang peserta dari tim New NBA, ANTZ Management dari Siantar, Aan menyebutkan, pihaknya sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh Lois. “Kita sangat senang bisa ikut kegiatan ini, kita dapat informasinya dari facebook, ternyata temanya ada ethnic dance jadi hari ini untuk pertama kalinya kami tampil dengan konsep Batak Toba, baik dari dance dan musik di awal nari kita dan pakaiannya,” papar Aan.
Ia beserta temannya Eti dan Niko yang sudah jauh-jauh datang dari Siantar, dapat membawa hasil yang memuaskan ketika pulang ke kotanya. “Kami berharap pulang dapat membawa piala atau menang. Tapi di lain sisi, yang terpenting adalah kami sudah dapat tampil di sini, kita sudah memberikan yang terbaik, menambah pengalaman dan teman itu sudah cukup,” katanya. (Puput Julianti Damanik)









