Makan Siang Dengan Ikan Asap Khas Mandailing

RN December 7, 2011 1
Makan Siang Dengan Ikan Asap Khas Mandailing

SOAL  selera dan rasa makanan tidak mengenal tempat. Tak hanya di restoran mewah kita dapat menikmati makanan lezat. Di rumah makan yang sangat sederhanapun kepuasan  menyantap makanan bisa didapat. Salah satunya bisa Anda buktikan di rumah makan khas Mandailing di Jalan Sei Deli Medan.Letaknya tepat di tepian sungai deli.

Rumah makan ini memang sangat sederhana kondisinya. Bangunan utamanya hanya terbuat dari papan dan beratapkan seng. Kondisinya sudah agak miring, sehingga harus ditopan dengan dua kayu penahan. Ruang makan utama rumah makan ini hanya berisi satu meja panjang dengan dua bangku panjang yang saling berhadapan.  Karena sempitnya ruuang utama, pemilik rumah makan membangun pondok-pondok di seberang jalan menjorok ke tepian sungai deli.

Pada jam makan siang, rumah makan milik Hj. Nuraini i ini sangat ramai oleh pembeli. Kebanyakan yang datang merupakan orang kantoran yang datang secara bergerombol.

Menu makanan yang tersedia di rumah makan ini antara lain ikan asap gulai,  ikan haporas dan sayuran khas  mandailing yaitu daun ubi rebus lengkap dengan sambal terasi.

Menurut Hj Nur Aini, ikan Limbat gulai merupakan menu paling favorit di rumah makan miliknya itu. Ikan limbat yang diambil dari Sungai Batang Toru yang diasapi dengan kayu hutan menyajikan rasa gurih di lidah penikmat masakan tradisional.

Untuk membuatnya, cukup disiapkan bumbu gulai biasa, ditambah dengan taburan bawang batak, bawang prei, dan satu bumbu rahasia lagi.  Menurut dia, bawang batak memberikan efek wangi pada makanan sehingga menimbulkan gairah makan bagi yang menciumnya.

Adapun bawang prei berfungsi menghilangkan bau anyir pada ikan. Lain dengan menu ikan salai gulai. Menu tersebut istimewa karena tersaji dengan ikan segar.

Menu  favorit lainnya untuk dinikmati adalah ikan haporas. Ikan asap berukuran kecil ini dapat dilahap seluruhnya karena tulang-tulangnya sangat rapuh.
Sambal ikan ini juga berbeda dengan sambal biasa, lebih kering. Sambal ikan haporas tidak menggunakan bawah merah ketika memasaknya, melainkan hanya ditaburi bawang prei dan bawang batak.

Selain menyajikan lauk, rumah makan tersebut juga menyediakan sayuran khas Tapanuli Selatan, daun ubi (singkong) rebis. Tidak lupa ikan salai yang dihancurkan dijadikan rencah untuk penambah rasa. Anda ingin makan siang yang berbeda, datang saja ke rumah makan ini di jalan Sei Deli Medan.

One Comment »

  1. lebahjakarta April 15, 2012 at 9:44 pm - Reply

    Buzzz Buzzz Buzzz
    lam kenal

    Wah uenak banget, nice info thanks

    Salam Madu juga Sengat

Leave A Response »

Switch to our mobile site