Medan Kota Pengelola Terbaik Inflasi di Pulau Sumatera

Alexander May 18, 2013 0
Medan  Kota Pengelola Terbaik Inflasi di Pulau Sumatera

JAKARTA – Bank Indonesia (BI)  bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia memberikan penghargaan atas keberhasilan Kota Medan menjadi kota dengan pengelolaan inflasi terbaik di Pulau Sumatera.

Penghargaan ini diberikan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Prof Dr Boediono dalam Rapat Koordinasi Nasional IV Tim Pengendalian Inflasi Daerah 2013 di Hotel Grand Sahid Jaya Jalan Jendral Sudirman Jakarta.

Selain Medan, Kota Cirebon juga mendapatkan penghargaan yang sama sebagai pengelola inflasi terbaik di Pulau Jawa. Sedangkan Kota Balikpapan, pengelola inflasi terbaik untuk wilayah Timur. Selain tingkat kota, penghargaan ini juga diberikan kepada provinsi yang dinilai sebagai pengelola inflasi terbaik. Untuk  wilayah Timur, diraih Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemudian Provinsi Sumatera Utara, terbaik di Pulau Sumatera yang diterima langsung Gubsu H Gatot Pujonugroho ST. Sementara untuk Pulau Jawa, pengelola inflasi terbaik diraih Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan Kinerja TPID Terbaik 2012 ini diberikan Wapres didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Gamawan Fauzi, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Suswono dan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution disaksikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo beserta para Gubernur maupun Walikota se-Indonesia yang mengikuti Rakornas IV TPID 2013 tersebut.

Wapres dalam sambutannya menjelaskan, sejarah dibentuknya TPID ini bermula ketika dirinya masih menjabat Gubernur BI. Ketika itu TPID hanya dibentuk di beberapa daerah bertujuan untuk mengendalikan harga. Sekarang TPID sudah menjadi lembaga dan institusi baku dan menjadi perangkat perekonomian yang andal. Apalagi saat ini TPID sudah terbentuk di 55 provinsi dan kota di seluruh Indonesia.

“Saya berharap TPID ini bisa lebih baik lagi pada masa mendatang. Untuk itu TPID harus bisa diperluas lagi sehingga kepala daerah yang belum membentuk bisa membentuk TPID di daerahnya masing-masing. Dengan demikian seluruh kepala daaerah mampu menjaga laju inflasi di daerahnya masing-masing. Apalagi bagi daerah, inflasi tentunya sangat penting terutama dalam menjaga kesejahteraan masyarakatnya,” kata Wapres.

Menurut Wapres, inflasi ibarat penyakit yang siap menggerogotinya. Karena itu inflasi ini harus dijaga dan dikendalikan agar tidak sampai menggerogoti. Jadi menjaga dan mengendalikan inflasi itu sangat penting baik pusat maupun daerah. Atas dasar itulah Wapres berpesan, ada beberapa hal yang harus digaris bawahi dalam menyikapi inflasi.

Pertama, kata Wapres, bagaimana membuat TPID lebih efektif di daerah. Kedua melakukan intropeksi, artinya selalu mencari faktor-faktor apa yang selama ini menjadi kendala seperti masalah struktur maupun monitoring follow up. Dengan intropeksi yang dilakukan TPID ke depan menjadi lebih baik. Ketiga,  TPID menyangkut masalah logistik. Sebab, inflasi  merupakan perpaduan antara arus uang dan arus barang.

Selanjutnya, ungkap Wapres,  terkait masalah iklim usaha dan iklim investasi. Kedua faktor ini sangat menentukan inflasi pada masa yang akan datang. Lalu, disusul dengan masalah  ketahanan pangan. Untuk itu kepala daerah harus harus terus melakukan monitoring terhadap ketahanan pangan. Sebab, ketahanan pangan ikut memicu terjadinya inflasi. Jika ini terjadi tentunya berdampak terhadap masyarakat, terutama masyarakat miskin. Sedangkan yang terakhir adalah respon terhadap bencana. Diharapkannya, setiap kepala daerah harus siaga terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi kapan saja.

Leave A Response »

Switch to our mobile site