Naik 33,79%, Bawang Merah Picu Inflasi di Sumut

Alexander May 2, 2013 0
Naik 33,79%, Bawang Merah Picu Inflasi di Sumut

MEDAN – Harga bawang merah yang naik sebesar 33,79 persen pada bulan April 2013 memicu terjadi inflasi di Sumatera Utara (Sumut). Di mana seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi, yaitu Medan sebesar 0,74 persen, Pematangsiantar sebesar 0,31 persen, Sibolga sebesar 0,74 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,81 persen. Dengan demikian, Sumatera Utara pada bulan April 2013 mengalami inflasi sebesar 0,70 persen.

”Terjadinya inflasi pada bulan April 2013 menyebabkan laju inflasi kumulatif (bulan April 2013 terhadap bulan Desember 2012) masing-masing kota sebagai berikut: Medan 3,20 persen, Pematangsiantar 3,82 persen, Sibolga 4,48 persen, dan Padangsidimpuan 1,90 persen. Sementara itu, inflasi kumulatif untuk Sumatera Utara sebesar 3,25 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Sumut, Drs Suharno, MSc, di kantornya, Rabu (1/5/2013).

Terjadinya inflasi pada bulan Maret 2013 menyebabkan laju inflasi year on year (bulan April 2013 terhadap bulan April 2012) masing-masing kota sebagai berikut: Medan  6,35 persen, Pematangsiantar 6,33  persen, Sibolga 6,67 persen, dan Padangsidimpuan 5,37 persen. Sementara itu, inflasi year on year untuk Sumatera Utara sebesar 6,32  persen.

“Terjadinya inflasi di Medan pada bulan April 2013 dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas antara lain: bawang merah, angkutan udara, upah pembantu rumahtangga, rekreasi, daging ayam ras, cabe merah, dan tomat buah,” ujar Suharno.

Adapun persentase kenaikan harga komoditas tersebut antara lain sebagai berikut: Harga bawang merah naik sebesar 33,79 persen,tarif angkutan udara naik sebesar 9,47 persen, upah pembantu rumahtangga naik sebesar 4,29 persen, rekreasi naik sebesar 60,00 persen,harga daging ayam ras naik sebesar 7,06 persen, cabe merah naik sebesar 9,86 persen,tomat buah naik sebesar 33,22 persen.

Dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, 13 kota mengalami inflasi, di mana inflasi tertinggi terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,81 persen dan inflasi terendah terjadi di Palembang sebesar 0,04 persen. Sedangkan 3 (tiga) kota mengalami deflasi, dimana deflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 0,48 persen dan deflasi terendah terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,01 persen. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site