Neraca Perdagangan Sumut ke Singapura Naik 45 Persen

Alexander July 6, 2012 0
Neraca Perdagangan Sumut ke Singapura Naik 45 Persen

MEDAN – Neraca perdagangan Sumatera Utara (Sumut) dengan Singapura selama enam bulan pertama tahun 2012 melonjak hingga 45,09% atau senilai US$ 339,708 juta dari periode yang sama tahun lalu yang masih senilai US$ 234,137 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatatkan, nilai ekspor Sumut ke Singapura pada periode Januari hingga Mei 2012 senilai US$ 146,059 juta. Sementara impor daerah ini pada periode yang sama mencapai US$ 485,767 juta atau defisit US$ 339,708 juta.

Pengamat ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr Parulian Simanjuntak, menilai, defisit perdagangan Sumut dengan Singapura lebih dikarenakan kurangnya dukungan dari Pemprovsu. “Untuk meningkatkan standarisasi produk, peran pemerintah sangat diperlukan,” ujar Parulian melalui telepon selulernya, Kamis (5/7/2012).

Karena itu, ungkapnya, Pemprovsu seharusnya bisa lebih aktif membantu penguatan produk lokal. Kalau dilihat secara keseluruhan, sebenarnya perdagangan Sumut dengan singapura sudah cukup baik jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan. “Hanya saja tetap butuh dukungan dari pemerintah, terutama ke sektor industri dan pertanian,” ujarnya.

Diungkapnya, apabila pemerintah membantu menggenjot peningkatan ekspor terus menerus setiap bulannya, kemungkinan surplus bisa terjadi. Adapun upaya yang harus dilakukan pemerintah yaitu meningkatkan infrastruktur terutama sektor hilir sehingga tercipta penguatan produk
dalam negeri.

Kurangnya daya saing produk Sumut, dibuktikan dengan merosotnya nilai ekspor Sumut sekitar 10,25% menjadi US$ 4,266 miliar dengan volume 3.217.462 ton dari capaian ekspor tahun lalu yang senilai US$ 4,753 miliar dan volume 2.894.151 ton.

Defisit ini juga disebabkan ketergantungan Sumut terhadap produk bahan baku dan barang industri impor. “Ini menunjukkan Sumut menjadi pasar potensial bagi Singapura sementara Sumut tidak dijadikan sebagai pasar tujuan oleh negara tersebut. Jadi ruginya hanya di Sumut karena terjadi capital outflow ke Singapura,” ujar Parulian.

Data BPS Sumut mencatat, selain ke Singapura, neraca perdagangan Sumut juga defisit ke Malaysia senilai US$ 51,140 juta di mana ekspor US$ 169,640 juta dan impor US$ 220,779 juta, Australia defisit US$ 62,282 juta di mana ekspor senilai US$ 28,860 juta dan impor US$ 91,142 juta, Argentina defisit US$ 40,186 juta di mana ekspor US$ 10,293 juta dan impor US$ 50,479 juta, serta China defisit US$ 37,939 juta di mana ekspor US$ 370,586 juta dan impor US$ 408,525 juta.

Namun secara umum, sebut Suharno, perdagangan Sumut mengalami surplus senilai US$ 2,307 miliar di mana ekspornya US$ 4,266 miliar dan impor senilai US$ 1,958 miliar. (Muhammad Isya)

 

Leave A Response »

Switch to our mobile site