MEDAN – Neuropati atau gangguan saraf kerap terjadi pada penderita diabetes atau siapa saja yang kebutuhan vitamin B nya tidak terpenuhi. Hal ini disampaikan oleh ketua PERDOSSI Pusat dan Konsultan Neurologis, Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp. S(K) saat Press Briefing di Grand Swiss Bell Hotel Medan, belum lama ini.
Ia mengungkapkan, vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B, B1, B6 dan B12 diperlukan untuk menjaga sistem saraf agar dapat bekerja dengan baik. “Vitamin B adalah makanan saraf yang dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi saraf. Sistem saraf kita tergantung pada suplai vitamin B yang memadai,” katanya.
Sebanyak 45% orang tua yang tidak mengkonsumsi vitamin B1 menderita Neuropati, karena vitamin B1 sangat berpengaruh dengan anggota gerak tubuh manusia. Begitu juga dengan vitamin B6, vitamin B6 diperlukan untuk metabolisme sel darah merah dan pembentukan hemoglobin, sehingga bila seseorang kekurangan vitamin B6 maka dapat menyebabkan peradangan pada kulit, mukosa mulut, lidah, anemia, dan kelainan saraf seperti depresi, kebingungan bahkan kejang.
Untuk vitamin B12 dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan sel dan produksi juga penting untuk pembentukan selubung mielin atau selubung yang mengelilingi dan melindungi saraf. Mielin ini penting untuk menyampaikan pesan dari seluruh otak.
“Semakin bertambah usia dan pada kondisi menderita penyakit diabetes atau hipertensi, diperlukan vitamin B12 dengan dosis yang lebih besar. Karena kemampuan tubuh menyerap vitamin B12 menurun,” katanya.
Untuk itu, diharapkannya masyarakat dapat memiliki kemampuan mengenal penyakit dan berprilaku sehat untuk mencegah penyakit tersebut. (Puput Julianti Damanik)









