Nilai Pancasila Terus Tergerus Zaman

Mohammed Bintang June 4, 2012 0
Nilai Pancasila Terus Tergerus Zaman

MEDAN - Pancasila sebagai ideologi negara, falsafah dan dasar hidup negara Indonesia kian terdegradasi dan tergerus seolah dimakan jaman. Nilai-nilai Pancasila yang menekan multikulturalitas, kebhinekaan, dan nilai keadilan juga sudah terusik. Aksi kekerasan dan anarkisme telah berlangsung secara frontal di berbagai daerah seperti Bima, Mesuji, Lampung dan sejumlah daerah lainnya merupakan salah satu bukti nyata.

Pergeseran nilai-nilai Pancasila kian jelas memasuki era reformasi saat ini, hal tersebut disampaikan oleh pengamat sosial, Prof Subanindio Hadiluwih dalam acara diskusi yang diadakan oleh salahsatu saluran radio Medan di hotel Tiara, Senin (4/6). Ia mengungkapkan bahwa semakin lama, Pancasila semakin tergerus dan disampingkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik pemerintah maupun masyarakatnya sendiri.

“Pemerintah saat inipun, seolah-olah menjadi keraguan masyarakat karena telah terjadi kecurangan dimana-mana, baik dari segi sosial, politik, hukum maupun ekonominya. Seharusnya pemerintah menjadi pemersatu atau contoh hidup masyarakat dalam menegakkan nilai-nilai Pancasila, namun yang terjadi saat ini justru jauh dari itu semua,” jelasnya.

Bukan hanya itu, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam hal tersebut. Kericuhan, tawuran antar pelajar, kekerasan geng motor, pembakaran masjid di Madura, pembakaran gereja, pembubaran diskusi buku di Jakarta dan Yogyakarta serta sejumlah tindak kekerasan dan anarkisme di sejumlah daerah lainnya juga menjadi satu penilaian tersendiri akan tergerusnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut.

Menanggapi hal tersebut budayawan, Irwansyah Hasibuan mengungkapkan bahwa memang Pancasila tidak tampak lagi kehadirannya pada saat zaman sekarang.  ”Pancasila yang dahulunya memiliki makna yang cukp besar sekarang tidak lagi bernama, wacana maupun strategis juga belum tampak dibuat,” terangnya.

Lanjutnya, saat ini baik pemerintah maupun masyarakat memiliki tugas yang berat untuk mengembalikan nilai-nilai yang telah tergerus tersebut. “Mau bagaimana lagi, memang harus begitu karena nilai-nilai Pancasila telah terlanjur terdegradasi,” katanya.

Meskipun demikian, masih banyak jalan keluar yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut hingga tak terlalu pelik. Menurutnya, masih banyak anak muda bangsa ini yang kretif. “Tapi mereka kurang sentuhan. Untuk itu, memberdayakan kaum muda dan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka merupakan salah satu jalan untuk menyelamatkan negara ini dari ketertinggalan dan kehilangan identitas,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, seorang tokoh pers senior di Sumut, Muhammad Yazid mengatakan, bukan saja dalam bidang politik dan ekonomi, sosial dan lainnya, di dunia pers pun terjadi pergeseran nilai-nilai Pancasila meski sekarang sudah bebas dari pelarangan seperti orde lama dan orde baru silam.

“Pergeresan nilai Pancasila dalam industri pers yang saya maksudkan saat ini adalah terlalu banyak media yang menyampaikan bahasa-bahasa menghujat meski maksudnya mengkritik, bahasa yang dilontarkan terlalu kasar dan vulgar bahkan tidak mengandung nilai-nilai pendidikan dalam setiap pemberitaanya,” kata Yazid mengakhiri. (Puput Julianti Damanik)

Leave A Response »

Switch to our mobile site