Paduan Suara Consolatio Kebanggaan Medan

Alexander February 9, 2012 1
Paduan Suara Consolatio Kebanggaan Medan

MEDAN – Berawal dari sebuah aktivitas kampus, kini Consolatio telah dikenal sebagai salah satu paduan suara yang tetap eksis dan menjadi kebanggan Medan di ajang nasional maupun internasional. Pencapaian itu tentu dicapai setelah melalui proses dan kerja keras yang cukup panjang.

Cikal bakal berdirinya Consolatio tidak terlepas dari peranan Ir. Toni Siagian. Pada tahun 1989 Toni membuat suatu perkumpulan paduan suara laki-laki yang bermula dari asrama putra USU. Dalam perkembangannya muncullah ide untuk membentuk koor gabungan dengan mengikutsertakan wanita. Pada tanggal 7 Juli 1990 paduan suara tersebut pun resmi diberi nama Consolatio yang dalam bahasa Latin, berarti ‘penghiburan’.

Consolatio berada di bawah naungan Panitia Hari Besar Kristen Universitas Sumatera Utara (PHBK-USU) yang dimotori oleh mahasiswa/i Kristen yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan kampus USU.

“Kita memang merupakan paduan suara mahasiswa Kristen USU, jadi ‘basic’ kita adalah pelayanan,” jelas Imanuel Ariesto Sirait, S.Sa, alumni USU yang kini dipercaya sebagai pelatih Consolatio yang juga menjabat sebagai ketua BPH sejak tahun 2006.

Eksistensi paduan suara Consolatio tentunya tidak lepas dari dorongan dan bantuan dari beberapa pembina mereka diantaranya DR. R.E. Nainggolan, MM, Ibu Mia Pasaribu, Alm.Dr. Tumpal Napitupulu, MPH, DR. Ir. Jonner Napitupulu, Prof. Drs. Jamaran Kaban, M.Sc. Prof. Drs. Mauly Purba,M.A., Ph.D, dan Drg. Selamat Tarigan.

Kehadiran para alumni tentu saja juga memiliki peran yang sangat penting dalam paduan suara ini. Bahkan, sejak awal berdiri hingga sekarang, sedikitnya 400 orang yang telah bergabung dengan paduan suara yang bersekretariat di Jl. Beringin No.8 Pasar VIII Padang Bulan, Medan.

“Kami sudah memasuki angkatan ke-12, dan hingga sekarang beberapa di antara alumni angkatan di atas kami masih sering ikut terlibat dalam berbagai kegiatan Consolatio,” jelas Imanuel yang merupakan angkatan ke-8.

Segudang Prestasi

Imanuel mengakui bahwa sejak awal paduan suara ini dibentuk, Consolatio kerap membawa musik renaisans ataupun klasik sebagai jiwa mereka. Hal ini dapat dilihat dari jenis lagu yang mereka bawakan.

“Tapi kami juga nggak saklak dengan itu. Buktinya, kami juga sudah membawakan lagu-lagu yang bernuansa pop dan jazz dalam beberapa penampilan kami,” tambah pria yang berprofesi sebagai guru musik dan vokal itu. Beberapa kali paduan suara ini turut mengharumkan nama bangsa Indonesia dan kota Medan di kancah festival choir (paduan suara) internasional.

Di antaranya pada tahun 2006 memperoleh medali emas untuk kategori Musica Sacra A Capella dan medali perak untuk kategori Male Choir dalam 4th World Choir Games di Xiamen, China dan pada tahun 2008 meraih dua medali emas untuk kategori Musica Sacra dan Mixed Youth Choir dalam The 5th World Choir Games di Graz, Austria.

Di kancah nasional, beberapa kali Consolatio mengikuti ajang Pesparawi Nasional, yakni di Kupang 2002 meraih juara 1 dan tahun 2004 di Papua meraih juara 3. Selain beberapa prestasi paduan suara, Consolatio juga kerap diundang untuk mengisi acara di rumah dinas Gubernur Sumatra Utara sejak tahun 2005. Selain itu pada tahun 2006 dan 2008 diundang pemerintah pusat untuk ikut ambil bagian dalam perayaan natal nasional di Jakarta.

Dalam perjalanan dari awal terbentuk hingga sekarang ada beberapa nama yang berpengaruh besar lainnya sebagai pelatih dan konduktor Consolatio. Selain Ir. Toni Siagian, ada Jan Rohtuahson Sinaga, SH. Mkn atau yang sering disapa dengan “Bang Achong”, kemudian Makarios Karosekali, S.Kom dan pada tahun 2010 hingga sekarang dipimpin oleh Imanuel. Hasil yang mereka capai semuanya juga tak lepas dari dukungan pembina dan alumni serta kerja keras kerjasama seluruh personil.

“Bagi kami pelayanan adalah yang terpenting sesuai dengan misi kami. Kami juga sering melakukan pelayanan berupa kunjungan gereja yang rutin di Medan maupun di luar kota. Menjadi berkat lewat suara dan pelayanan kami,” kata pria kelahiran 8 April 1984 itu.

Imanuel berbagi mengenai konser ke-22 yang bertemakan Christmas Salad pada akhir November 2011. Konser tersebut merupakan konser rutin tahunan yang bertujuan untuk memperingati hari kelahiran Yesus. Dalam waktu dekat, Consolatio akan mengikuti International Choir Competition di Busan, Korea, tahun 2012. [added by Tania Meliala]

One Comment »

  1. keren February 22, 2012 at 2:31 am - Reply

    wow,keren banget ya..
    semoga semakin bagus.

Leave A Response »

Switch to our mobile site