Pameran Relik Sang Buddha Berusia 2.500 Tahun

Mohammed Bintang May 23, 2012 0
Pameran Relik Sang Buddha Berusia 2.500 Tahun

MEDAN - Sekitar 60 relik sang Buddha yang berusia lebih dari 2.500 tahun dipamerkan di Medan. Koleksi relik ini berasal dari Sang Buddha dan Relik murid Sang Buddha diantaranya, Maha Hera Sariputra, Maudgalyayana, Ananda, Katyayana, Upali, Pakula dan lainnya dipamerkan dalam festival budaya seni Buddhis Indonesia 2012 di Paladium Mall Jalan Maulana Lubis Medan, Rabu (23/5).

Kegiatan ini diselenggarakan Kusinagara Buddha Relic Center. Ketua Umum Kusinagara Buddha Relic Center, Biksu Virya Dharma Stravira menjelaskan, mereka memaerkan kurang lebih 60-an macam relik. Relik itu terdiri dari brain, otak kebijaksanaan sang Buddha, dari tulang darah atau blood, multi blood, golden relic dan banyak jenis lainnya. Pameran ini akan berlangsung hingga Minggu (24/6) mendatang.

“Relik merupakan peninggalan tulang-tulang suci atau tulang keramat, jauh sebelum Buddha Sakyamuni lahir dan relik itu sudah berusia 2.500 tahun. Relik ini dihibah oleh museum dari Thailand, Sri Langka dan Tibet,” ungkapnya saat ditemui di tempat pameran.

Dijelaskannya lagi bahwa tiga jenis relik yang dipamerkan ialah relik tubuh asli, relik dharma dan relik bayangan. “Relik semacam kristal terjadi dalam proses kremasi, ada juga relik berbentuk bulat dan berbentuk ganjil. Relik adalah hasil kebajikan tertinggi yang sangat sulit dicapai dari memperdalam Sila, Saamadhi dan Panna atau kebijaksanaan sepanjang hidup seseorang,” terangnya lagi.

Tujuan dari pameran relik ini lanjutnya, untuk meningkatkan keyakinan dari umat Buddha di Sumatera Utara khususnya kota Medan. Selain pameran, juga ada diselenggarakan kegiatan Puja Relik bagi umat Buddha untuk menjalin koneksi spiritual secara personal sehingga bertekad melakukan kebajikan dan praktek Dhamma agar dapat seperti orang-orang suci untuk kebahagiaan hidup.

“Pemeran relik ini, merupakan pameran pertama di kota Medan, dan Medan menjadi kota kedua setelah Jakarta. Dalam dua minggu ini, sudah ada sekitar 2.000 pengunjung yang datang ke pameran festival budaya seni Buddhis ini. Pameran ini juga merupakan bentuk edukasi tetang ajaran agama Buddha dan setiap keluarga dapat mengajak anak-anak untuk menghadiri pemeran ini,” ujarnya.

Ditambahkan Biksu Virya Dharma Stravira, umat Buddha di kota Medan juga dapat mengikuti ritual meditasi guna untuk memberikan ketenangan jiwa. Melakukan meditasi sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran pikiran bathin yang bersih dari apa yang berusaha dilakukan.

“Setiap malam, kita adakan meditasi dan meditasi ini terbuka untuk umum. Semua pameran yang ada di sini, diselenggarakan bertepatan dengan memperingati hari Waisak dan moment libur panjang anak sekolah,” jelasnya mengakhiri. (Laporan: Puput Julianti Damanik)

Leave A Response »

Switch to our mobile site