Penjualan Oleh-oleh Khas Medan Naik Lebih 50 Persen

Alexander August 29, 2012 0
Penjualan Oleh-oleh Khas Medan Naik Lebih 50 Persen

MEDAN – Oleh-oleh khas Kota Medan, seminggu setelah Lebaran/Idulfitri 1433 H masih terus diminati para pemudik yang umumnya balik pulang ke Pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatera.

Pantauan MedanMagazine, Selasa sore (28/8/2012), di sejumlah pusat penjualan oleh-oleh khas Medan itu, seperti sentra penjualan Bika Ambon di Jalan Majapahit, Bolu Gulung Jalan Meranti dan Jalan Sekip, padat dikunjungi pengunjung.

Wina, salah satu pemilik gerai Bika Ambon di Jalan Majapahit mengatakan, lebih dari sepekan terakhirLebaran, permintaan konsumen akan jajanan khas Medan tersebut meningkat hingga lebih dari 50% dibanding hari biasa.

“Kan masih musim Lebaran, banyak warga yang ke luar kota atau ke luar pulau Sumatera singgah ke sini.Memang penjualan bikas ambon kami ini laris manis karena permintaan yang tinggi itu,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saat musim mudik Lebaran, kawasan yang menjadi sentra penjualan Bika Ambon tersebut memang ramai dikunjungi calon pembeli. Bebebrapa pedagang di sana mengaku adanya peningkatan permintaan yang terlihat sejak sepekan sebelum Lebaran karena hingga seminggu/pasca Lebaran ini.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan Meranti dan dan Jalan Sekip, yang letaknya berdekatan itu, Bika Ambon dan Bolu Meranti selama ini menjadi primadona dalam bisnis oleh-oleh ‘buah tangan’ khas Kota Medan.

Selamet, seorang pedagang di kawasan tersebut mengakui, memasuki musim arus balik Lebaran dalam sepekan terakhir, permintaan akan oleh-oleh khas Medan tersebut meningkat sampai 60% dari hari biasanya.

“Memang sejak musim mudik permintaan bolu ini naik, bahkan arus balik seperti ini permintaan bahkan naik hingga tiga kali lipat,” katanya.

Diungkapkannya, hal tersebut terjadi disebabkan pada musim arus balik seperti ini banyak warga Medan yang bekerja di Pulau Jawa atau anak Medan yang kuliah di Jakarta/Pulau Jawa kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Begitu juga saat musim mudik karena banyak warga yang justru berdatangan ke Medan. “Penjualan kami laku keras,” ujarnya.

Harga untuk kedua panganan bergizi tersebut ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 150.000 per buah/kotak, tergantung ukuran dan jenisnya. Menurut para pedagang di sana, perminataan akan kedua jenis oleh-oleh itu masih akan terus meningkat hingga beberapa hari terakhir.

Rino, salah seorang pembeli Bika Ambon di Jalan Mojopahit mengatakan, setiap tahun, kali mudik ke Kota Medan, dia selalu membawa oleh-oleh berupa Bika Ambon atau bolu saat kembali ke Jakarta.

”Gimana ya…, sepertinya sudah jadi tradisi aja, bawa oleh-oleh bika Ambon dan bolu Meranti khas Kota Medan. Ada kebanggaan tersendiri kalau oleh-oleh ini nanti dinikmati kerabat dan saudaraku di Bandung,” ungkap Rino yang mengaku karyawan salah satu BUMN itu. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site