MEDAN – Dalam rangka perayaan Duan Wu Jie (bakcang), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Medan menggelar lomba mendirikan telur di Sekretariat PSMTI Jalan Mustafa 56 Medan, Sabtu (23/6/2012)
Menurut Ketua PSMTI Medan, Halim Loe, acara ini memang digelar setiap tahunnya. Lomba mendirikan telur merupakan tradisi khas Tionghoa.
“Lomba mendirikan telur ini merupakan wujud untuk melestarikan kebudayaan Tionghoa di Indonesia. Lomba ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh nenek moyang kami,” jelasnya.
Dijelaskannya, PSMTI juga sudah mempopulerkannya sejak 4 tahun lalu. Untuk mendirikan telur ini juga harus dilakukan tepat pukul 12.00 WIB.
“Ada fenomena alam yang dapat mendirikan telur di atas lantai atau kaca. Bukan hanya orang dewasa yang bisa melakukan tetapi anak-anak juga bisa asalkan memiliki kesabaran,” katanya. (Rizki Ardhani)










budaya ini patut dilestarikan krn menegakkan telor adalah hukum gravitasi bumi dimana setiap tahun yg kebetulan jatuh pada hari Festival Bak Cang terjadi gravitasi bumi yg sangat kuat sehingga telor pun dpt ditegakkan. saran: klo bisa adakan Lomba Perahu Naga di Belawan atau di Danau Siombak. bravo PSMTI.