Seminar-Kepailitan

Perusahaan Mampu Bayar Utang Bisa Dipailitkan

MEDAN – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Sunarmi SH MHum mengatakan, perusahaan yang mampu membayar utang (solvable) bisa dipailitkan oleh Pengadilan Niaga (PN) jika menolak membayar kewajibannya. Sebab, UU Kepailitan di Indonesia tidak memberlakukan test insolvency (uji kemampuan membayar).

“Ini menjadi salah satu kelemahan UU Kepailitan di Indonesia karena tidak mewajibkan test insolvency. Akibatnya, debitur yang memiliki kekayaan cukup untuk membayar utangnya dapat dipailitkan jika menolak membayar utang-utangnya,” kata Prof Dr Sunarmi SH MHum, di hadapan peserta Seminar Kepailitan bertajuk “Efektivitas UU Kepailitan dalam Restrukturisasi dan Penyelesaian Utang Piutang para Pelaku Bisnis”,  di Hotel Aryaduta, Medan, kemarin.

Seminar yang digelar Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) itu dimaksudkan untuk menyosialisasikan UU No 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) diikuti ratusan peserta dari kalangan praktisi hukum dan bisnis.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UnRi) tersebut, perusahaan yang sudah dipailitkan PN Niaga tidak otomatis bubar. Perusahaan itu  boleh melakukan usahanya jika mendapat persetujuan dari kurator asalkan modal yang dimiliki masih cukup.

Dijelaskan dia, harta debitur (perusahaan) yang dipailitkan Pengadilan Niaga diserahkan kepada kurator untuk diurus/dibereskan sekaligus dibagikan kepada kreditur yang berhak. Kurator dalam melakukan tugasnya diawasi hakim pengawas.Prof Sunarmi menunjuk contoh BUMN karya yakni PT Istaka Karya (PT IK) yang dipailitkan asing dan dipailitkan PN Jakarta, namun Istaka Karya masih melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan layang yang saat ini berlangsung di Jalan Sudirman Pekanbaru.

Berdasarkan UU Kepailitan, ungkap Prof Sunarmi, syarat untuk dinyatakan pailit bagi perusahaan yakni  mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang sudah jatuh tempo dan dapat ditagih.

Sebelumnya, advokat senior Yan Apul SH mengatakan, kepailitan bukan suatu hal yang tabu atau menakutkan. Sebab, setelah dipailitkan para pengusaha bisa membangun perusahaan baru. (Laporan: Muhammad Isya/ misya@medanmagazine.com)

Share This Article

Mobil Tabrak Pohon di Jalan Sunggal Medan

Next Story »

Gadai Emas di Medan Meningkat 20 Persen

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Film

  • the-equalizer

    The Equalizer

    2 months ago

    MEDAN – Sebuah gebrakan besar baru-baru ini lahir dari sutradara Antoine Fuqua yang sebelumnya dikenal  dengan  film-film bertema  kriminal  seperti  Training Day, Brooklyn Finest, hingga Olympus Has ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    SexHealthLiving

  • Dr-Lee-Lasik

    Mata Indah: Antara Rias Wajah dan Kesehatan

    2 months ago

    JAKARTA – Keanekaragaman produk riasan mata, lensa kontak mewah, kacamata hitam yang keren, dan bingkai kacamata rancangan desainer ternama menyiratkan satu tujuan; orang ingin membuat mata mereka ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Culinary

  • Longest2-Buffet-Santika-Med

    Warga Medan Serbu Buffet Kebangsaan Santika

    2 weeks ago

    MEDAN – Memperingati hari Pahlawan, Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan sukses menggelar 3rd Longest Buffet dengan tajuk Boeffet Kebangsaan. Sedikitnya 400 pengunjung memadati area Foyer Convention ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Travel

  • Panda-Singapura

    Kenapa Panda Berwarna Hitam Putih?

    3 weeks ago

    JAKARTA – Panda yang berasal dari Cina adalah hewan yang sangat langka. Diperkirakan hanya ada sekitar 2.000 sampai 3.000 panda di seluruh dunia. Bentuk tubuh panda sangat ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Classified Ads

    Brows more Blog post

    More