Perusahaan Mampu Bayar Utang Bisa Dipailitkan

Alexander November 11, 2011 0
Perusahaan Mampu Bayar Utang Bisa Dipailitkan

MEDAN – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Sunarmi SH MHum mengatakan, perusahaan yang mampu membayar utang (solvable) bisa dipailitkan oleh Pengadilan Niaga (PN) jika menolak membayar kewajibannya. Sebab, UU Kepailitan di Indonesia tidak memberlakukan test insolvency (uji kemampuan membayar).

“Ini menjadi salah satu kelemahan UU Kepailitan di Indonesia karena tidak mewajibkan test insolvency. Akibatnya, debitur yang memiliki kekayaan cukup untuk membayar utangnya dapat dipailitkan jika menolak membayar utang-utangnya,” kata Prof Dr Sunarmi SH MHum, di hadapan peserta Seminar Kepailitan bertajuk “Efektivitas UU Kepailitan dalam Restrukturisasi dan Penyelesaian Utang Piutang para Pelaku Bisnis”,  di Hotel Aryaduta, Medan, kemarin.

Seminar yang digelar Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) itu dimaksudkan untuk menyosialisasikan UU No 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) diikuti ratusan peserta dari kalangan praktisi hukum dan bisnis.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau (FH UnRi) tersebut, perusahaan yang sudah dipailitkan PN Niaga tidak otomatis bubar. Perusahaan itu  boleh melakukan usahanya jika mendapat persetujuan dari kurator asalkan modal yang dimiliki masih cukup.

Dijelaskan dia, harta debitur (perusahaan) yang dipailitkan Pengadilan Niaga diserahkan kepada kurator untuk diurus/dibereskan sekaligus dibagikan kepada kreditur yang berhak. Kurator dalam melakukan tugasnya diawasi hakim pengawas.Prof Sunarmi menunjuk contoh BUMN karya yakni PT Istaka Karya (PT IK) yang dipailitkan asing dan dipailitkan PN Jakarta, namun Istaka Karya masih melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan layang yang saat ini berlangsung di Jalan Sudirman Pekanbaru.

Berdasarkan UU Kepailitan, ungkap Prof Sunarmi, syarat untuk dinyatakan pailit bagi perusahaan yakni  mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang sudah jatuh tempo dan dapat ditagih.

Sebelumnya, advokat senior Yan Apul SH mengatakan, kepailitan bukan suatu hal yang tabu atau menakutkan. Sebab, setelah dipailitkan para pengusaha bisa membangun perusahaan baru. (Laporan: Muhammad Isya/ misya@medanmagazine.com)

Leave A Response »

Switch to our mobile site