Petugas Pajak Sumut mulai Sensus Pajak

Alexander May 3, 2012 0
Petugas Pajak Sumut mulai Sensus Pajak

MEDAN – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut I mulai menggelar Sensus Pajak Nasional (SPN), termasuk mensensus warga Medan sekitarnya.

Kakanwil Ditjen Pajak Sumut I Estu Budiarto didampingi para Kepala Bidang, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan KPP Madya,di aula Gedung Keuangan Negara (GKN) Jalan Diponegoro Medan, Rabu (2/5/2012), melepas 80 orang petugas sensus yang bergerak ke lapangan, utamanya ke perumahan mewah dan pusat-pusat bisnis.

Estu pada re-launching SPN tahun 2012 itu mengatakan, re-launching atau pelaksanaan kembali Sensus Pajak Nasional karena tahap pertama sensus sudah pernah dilakukan pada 30 September-Desember 2011.

“Kini tahun 2012 kita mulai lagi sensus dan berharap masyarakat meresponnya dengan baik seperti memberikan data-data akurat yang diminta petugas,” kata Estu.

Re-launching SPN 2012 digelar sederhana saja, tidak ada pawai kendaraan atau pertunjukan musik dan tarian di mall seperti tahap pertama tahun 2011.

Menurut dia, sensus ini sasaran utama bukan untuk ekstensifikasi tapi bagaimana mendapatkan data wajib pajak yang sebenarnya. Jadi petugas tidak akan memberikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). “Kami mendata secara persuasif bagaimana masyarakat tidak takut dengan pajak dan petugas pajak,” tegasnya.

Tahun 2012 ini, target sensus sebanyak 109.000 formulir yang harus diisi masyarakat. Untuk responden subjek pajak orang pribadi, petugas menanyakan beberapa hal antara lain identitas subjek pajak, status tempat tinggal/usaha, jumlah tanggungan, penghasilan dan karyawan. Lalu apakah ada Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) nya, apakah ada
usahanya, ada masalah tidak dengan kewajiban perpajakannya selama ini.

Tujuannya menjaring seluruh potensi perpajakan dalam memenuhi Tri Dharma Perpajakan yaitu seluruh wajib pajak (WP) terdaftar, objek pajak dipajaki, pelaksanaan kewajiban pepajakan tepat waktu dan tepat jumlah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Estu menyebutkan, manfaat SPN antara lain menyiapkan data yang akurat atas potensi pajak dalam rangkat meningkatkan penerimaan pajak, pelayanan yang berkeadilan bagi masyarakat/WP dalam pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan. Meningkatkan peran serta masyarakat/WP dalam mendukung kelangsungan pembangunan sehingga bangga menjadi warga negara.

Petugas ke lapangan dilengkapi dengan data jelas, surat tugas, rompi dan topi serta berkoordinasi dulu dengan pemerintah setempat seperti lurah atau Kepling. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site