MEDAN – PT. Perusahaan Gas Negara Sumatera Utara (Sumut) siap mencukupi kebutuhan gas untuk sejumlah industri di pusat kawasan industri hulu dan hilir Sei Mengke, Kabupaten Simalungun. Jumlah debit gas tersebut sebanyak 9 mmscfd (Million Metric Standard Cubic Feet per Day) atau 9 Juta Standar Metrik Kaki Kubik per Hari.
“Infrastruktur pipanya rencananya juga akan kita bangun ke kawasan tersebut sepanjang dua ratusan kilometer lebih dari Kota Medan,” ujar General Manager PGN Sumatera Utara (Sumut), Mugiono, di Kantor PT. PGN Medan, Jalan Yos Sudarso Medan, Rabu (8/8/2012).
Dia mengatakan, guna mendukung rencana proyek PGN Sumut itu,dan pasca dialihkannya LNG (Liquid Natural Gas) yang di Belawan ke Lampung, pihaknya juga sedang membangun pipa jaringan gas di Paya Pasir dan Simpang Bayan Belawan, guna melancarkan arus distribusi gas ke pelanggan rumah tangga dan industri wilayah Kota Medan sekitarnya.
“Ini juga sekaligus merehabilitasi pipa gas yang sudah tua dimakan usia. Klasterisasinya, yakni di wilayah Binjai, Belawan dan Tanjung Morawa,” ungkap Mugiono didampingi External Communication Assistant Manager PT. PGN, Krisdyan Widagdo Adhi.
Sementara, Krisdyan Widagdo Adhi mengungkapkan, produksi gas diperkirakan di wilayah kerja Sumatera Utara dan Medan setiap tahunnya makin menurun. Hal tersebut disebabkan produksi gas di sumber gas yang ada di wilayah itu juga makin berkurang tanpa ada penambahan sumur gas baru.
“Kondisi Ini memang di luar perkiraan kita. Karena itu, kita minta pemerintah bisa menerbitkan deregulasi yang pro untuk kemakmuran rakyat, agar harga gas tidak naik lagi. Kita harapkan pemerintah mendukung PT. PGN sebagai perusahaan Negara yang memproduksi dan menyuplai gas untuk kebutuhan masyarakat dan industrinya,” ujarnya.
Menurut Adhi, demand sumber energi bahan bakar ini ke depannya makin besar, sedangkan supply nya terbatas bahkan makin berkurang. Pihaknya juga berharap, proyek distribusi di wilayah Kota Medan sekitarnya bisa terus berkembang. (Muhammad Isya)













