MEDAN – Wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih rentan pemadaman listrik, termasuk dalam bulan suci ramadhan ini. Pasalnya, sekitar 26.000 kilometer sirkuit (KMS) jaringan listrik di wilayah tersebut kondisinya telanjang sehingga peka cuaca buruk seperti hujan dan angin kencang.
“Pemadaman listrik akan terus terjadi karena alat yang sudah tua dan rentan rusak. Ditambah lagi jaringan yang ada di Sumut semua dalam keadaan telanjang atau mudah rusak. Semua jaringan listrik telanjang.
Jadi mudah padam atau rusak karena cuaca atau perpohonan. Memang ada jaringan yang ditanam di bawah tanah, tapi belum sampai 1.000 KMS,” ungkap Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Sumut, Raidir Sigalingging, di kantornya Jalan Yos Sudarso Medan, Jumat (3/8/2012).
Dijelaskan Sigalingging, jaringan listrik di bawah tanah ini, memang bagus dari serangan cuaca buruk. Namun pembangunannya membutuhkan investasi yang besar atau lebih 10 kali lipat dibandingkan pembangunan jaringan listrik dengan tiang.
“Di Medan sudah ada jaringan listrik di bawah tanah, ada di Jalan Zainul Arifin dan sebagian Jalan Yos Sudarso. Investasi pembangunan ini sangat besar, melihat dari fondasi tanah dan pembongkaran jalan,” jelasnya.
Untuk kondisi kelistrikan yang aman saat ini, harus dipasang jaringan di bawah tanah. Itupun hanya bisa dilakukan di kota-kota besar dan di pinggir jalan. Sedangkan yang berada di gang-gang, tetap harus menggunakan tiang jaringan.
Jika ada kerusakan pada jaringan di bawah tanah, mempermudah perbaikan dan sudah tersedia peralatan mobil yang memang hanya bisa berada di pinggir jalan besar. “Investasi pembangunannya besar, sama halnya dengan perbaikannya. Ini yang membuat jaringan di bawah tanah tidak bisa dilakukan,” ujarnya.
Sedangkan pemadaman listrik yang saat ini terjadi pada ramadhan, diakuinya, selain kabel telanjang, banyak disebabkan trafo tiang dan kabel yang rusak. Dan sepanjang itu juga disebabkan cuaca yang kurang mendukung hujan dan angin kencang khususnya rawan di pinggir kota karena ada pohon.
Diungkapkannya, bisnis kelistrikan PLN memang masalah yang rumit dan terjadi juga di luar negeri. Mulai dari tahun 2006 sampai sekarang situasi kelistrikan memang tidak bagus. Sementara di tahun-tahun sebelum itu masih bagus didukung dengan stok yang masih ada dan barang-barang yang juga bagus. (Muhammad Isya)











