Stok Beras Sumut Aman Untuk 8 Bulan

RN April 12, 2012 0
Stok Beras Sumut Aman Untuk 8 Bulan

MEDAN -  Stok beras yang diakuasai Bulog(Badan Urusan Logistik) Divisi Regional Sumut untuk kebutuhan Sumatera Utara hingga 31 Maret 2012 sebanyak  95.275 ton cukup untuk alokasi sekitar 8 bulan ke depan dengan .rata-rata kebutuhan beras di propinsi ini  12.700 ton  per bulan.

Humas Bulog Divre I Sumut, Rusli SE kepada MedanMagazine, di kantornya, Kamis (11/4/12) mengungkapan, stok beras tersebut berada di seluruh sub-sub divre. Dimana saat ini,  belum ada rencana Bulog mengimpor beras dari luar negeri, sebab panen raya petani masih berlangsung. Tapi setelah usai panen pun pihaknya tidak mengetahui apakah akan ada impor beras lagi dari luar neger seperti yang dilakukan seperti  selama ini.

Menyinggung beras miskin(Raskin),kata Rusli,sejak Januari hingga Maret 2012 sudah didistribusikan 37.726 ton atau 90,29 % dari rencana sebanyak 43.659 ton. Sisanya  sekitar 5.933 ton sudah dipersiapkan  ke daerah yang  sudah mengajukan SPA(Surat Permintaan Alokasi) ke Bulog.

Namun dia sangat menyayangkan ,masih ada daerah yang sama sekali belum mengajukan SPA di antaranya Humbahas.Entah apa alasan tidak disebutkan.

“Dari jumlah stok itu,katanya, ada 8 kabupaten/kota yang pendistribusian Raskin  sudah mencapai 100  persen,  yakni
Binjai,Langkat,Deli Serdang,Dairi,Tanah Karo,Pakpak Bharat,Padang Sidimpuan dan Sibolga,” ujarnya.

Sementara pendistribusian Raskin terbesar sebutnya, Langkat sebanyak 86.012 RTS(Rumah Tangga Sasaran) dengan stok beras per bulan sebanyaaka 1.290 ton menyusul Medan 79.136 RTS dengan stok per bulan 1.187 ton dan Deli Serdang 77.203 RTS dengan stok 1.158 ton.Sedangkan di Sumut penerima Raskin sebanyak 838.363 RTS dengan stok mencapai
150.000 ton.Rata-rata kebutuhan beras di Sumut 12.700 ton per bulan.

Dia mengatakan, di tahun 2012,  pertama kalinya  Bulog Divre Sumut membeli beras petani dari propinsi ini melalui 3 sub Divre yakni Medan,Kisaran dan Padang Sidimpuan.Hingga kini totalnya sebanyak 600 ton atau sekitar 2 %  dari total rencana sebesar 30.000 ton dengan harga Rp 6.600 per kg.

Disebutkan Rusli, dari 600 ton itu pembelian  antara lain dari Medan sebanyak 320 ton,Kisaran 25 ton dan Padang Sidimpuan  sebanyak 100 ton.

Diakuinya, serapan  beras dibeli dari petani masih minim,ujarnya. sambil menyebutkan, pembelian beras ini langsung kepada petani, ada yang bermitra dengan  pengusaha kilang dan sistim Satgas  yakni langsung ke lapangan.

Saat  ini, ungkapnya, petani di berbagai daerah di Sumut sedang melaksanakan  panen raya,namun pembelian padi petani masih belum seperti diharapkan.Tapi karena masih perdana Bulog selektif  membeli gabahnya,artinya harus sesuai dengan kriteria diharapkan.

“Kita pun berharap semakin banyak hasil panen padi petani dibeli tentunya semakin baik,” imbuh Rusli. (Muhammad Isya)

Leave A Response »

Switch to our mobile site