MEDAN – Masih minimnya stok beras yang diharapkan dari pengadaan lokal di Sumatera Utara (Sumut) membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumut kembali mendatangkan beras dari Pulau Jawa, khususnya dari Jawa Timur (Jatim).
“Pengadaan beras yang diperoleh dari hasil pertanian di Sumut hingga pertengahan Juli 2012 ini masih berjumlah 4.236 ton. Jumlah ini masih jauh dari target yang diharapkan pada tahun 2012 ini, yakni sebanyak 30 ribu ton,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Humas Bulog Sumut, Rusli SE kepada MedanMagazine, di kantornya Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (12/7/2012).
Untuk menambah jumlah stok ketahanan beras di Sumut ini, Bulog Sumut sejak awal Juli sudah mendatangkan beras dari Pulau Jawa dan hingga saat ini jumlah beras yang masuk ke Pelabuhan Belawan mencapai 13 ribu ton lebih. “Beras ini merupakan hasil pertanian Jawa Timur,” kata Rusli.
Menurutnya, pasokan dari Jawa Timur itu menjadi pasokan pertama selama tahun 2012 ini dan pengganti setelah selama tahun lalu seluruh beras untuk ketahanan pangan di Sumut serta beras miskin (Raskin) untuk program bantuan kepada masyarakat tidak mampu di Sumut, seluruhnya
dipasok dari beras impor, yakni dari Vietnam, Thailand, China dan India.
Namun, ungkap Rusli, memasuki tahun 2012 pemerintah menyetop beras impor. Bulog Sumut pun sudah melakukan pembelian beras langsung petani dari daerah penghasil gabah dengan harga tebus yang telah naik dibanding tahun 2011 yang menjadi Rp6.900 per kg dari sebelumnya Rp 6.600 per kg.
“Namun sampai Juli ini jumlah beras lokal yang berhasil masuk ke gudang, baru mencapai 4.236 ton,” katanya.
Dikatakan Rusli, jumlah beras lokal sebanyak itu merupakan hasil pembelian dari petani yang dilakukan sub divre Bulog Medan sebanyak 2.926 ton, sub divre Bulog Kabanjahe 20 ton, Pematang Siantar 296 ton, Kisaran 50 ton, Rantau Prapat 83 ton, Padangsidempuan 944 ton.
“Hasil pengadaan beras di Sumut ini tergolong rendah dibanding pengadaan di Pulau Jawa yang hingga saat ini bahkan ada yang telah melebihi sepeti Jawa Timur, sehingga kelebihannya dikrimkan ke daerah lain yang membutuhkannya, termasuk ke Sumut,” ujar Rusli. (Muhammad Isya)











