Tarif Angkutan Udara dan Sewa Rumah Picu Inflasi Kota Medan

RN June 1, 2012 1
Tarif Angkutan Udara dan Sewa Rumah Picu Inflasi Kota Medan

MEDAN –  Tarif angkutan udara dan sewa rumah serta lontong sayur memicu terjadinya inflasi Kota Medan sebesar 0,11 persen dan Sumatera Utara (Sumut)  sebesar 0,05 persen pada bulan Mei 2012.

”Sementara kota besar lainnya di Sumut, Padangsidimpuan inflasi sebesar 0,22 persen.  Sedangkan dua kota lainnya mengalami deflasi, yaitu Sibolga sebesar 0,04 persen dan Pematangsiantar sebesar 0,49 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Drs Suharno MSi, di kantornya, Jumat (1/6/12) .

Terjadinya inflasi pada bulan Mei 2012 menyebabkan laju inflasi kumulatif (bulan Januari-Mei 2012) masing-masing kota, yaitu Medan 0,83 persen, Pematangsiantar 1,75 persen, Sibolga 1,13 persen, dan Padangsidimpuan 0,35 persen. Sementara itu, laju inflasi kumulatif untuk Sumatera Utara sebesar 0,91 persen.

Disebutkan Suharno, inflasi pada bulan Mei 2012 menyebabkan laju inflasi year on year (bulan Mei 2012 terhadap bulan Mei 2011)
masing-masing kota sebagai berikut: Medan 5,13 persen, Pematangsiantar 6,07 persen, Sibolga 6,03 persen, dan Padangsidimpuan 5,29 persen. Sementara itu, laju inflasi year on year untuk Sumut sebesar 5,27 persen.

“Terjadinya inflasi  di Medan pada bulan Mei 2012 dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti;
ketupat/lontong sayur, angkutan udara, jeruk, sewa rumah, gula pasir, cabe merah, dan sawi hijau.

Adapun persentase kenaikan harga komoditas tersebut antara lain harga ketupat/lontong sayur naik sebesar 9,46 persen,tarif angkutan udara naik sebesar 6,16 persen, harga jeruk naik sebesar 10,45 persen, tarif sewa rumah naik sebesar 0,57 persen, harga gula pasir naik sebesar 1,77 persen, harga cabe merah naik sebesar 3,64 persen, serta harga sawi hijau naik sebesar 9,32 persen

Dari 16 kota IHK di Pulau Sumut itu, sembilan kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Dumai sebesar 0,76 persen dan
inflasi terendah terjadi di Palembang sebesar 0,08 persen.

Sedangkan tujuh kota mengalami deflasi, dimana deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,15 persen dan deflasi terendah
terjadi di Sibolga sebesar 0,04 persen. (Muhammad Isya)

One Comment »

  1. george June 1, 2012 at 10:46 pm - Reply

    apa hubungannya dengan “lontong sayur” ???

Leave A Response »

Switch to our mobile site