Ternyata Emas Untuk Investasi Pensiun Belum Diminati

Mohammed Bintang January 17, 2012 0
Ternyata Emas Untuk Investasi Pensiun Belum Diminati

MEDAN - Harga emas di pasaran yang beberapa bulan ini makin mengkilau dan menjadi incaran investor tentunya sangat berpotensi menjadi dana talangan di hari tua nanti. Kondisi tersebut membuat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membuka diri untuk merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 99 Tahun 2008, untuk membuka peluang investasi emas bagi perusahaan pengelola dana pensiun.

Namun dari ‘kaca mata’ pengamat ekonomi di Medan menilai, investasi emas untuk dana pensiun ternyata belum diminati, sebab, pasaran emas memang masih berfluktuatif.

“Ketika dana pensiun disimpan dalam bentuk emas, masih akan berpotensi untuk merugikan pihak yang menerima dana tersebut. Karena harga yang berfluktuatif akan bisa memicu stagnasi bahkan penurunan dana pensiun yang disimpan. Padahal, dana tersebut disimpan untuk kebutuhan jangka panjang,” jelas pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed), M. Ishak, kepada MedanMagazinne melalui telepon selulernya, Selasa sore (17/01/12).

Sebelumnya, Bapepam-LK  melarang dana pensiun untuk berinvestasi emas. Dasar pemikirannya adalah logam mulia ini kurang produktif dengan potensi pertumbuhan yang minim.

Saat harga emas yang merangkak naik sejak awal 2011, dan menjadikan ‘wasit’ pasar modal bersama industri melakukan kajian risiko dan likuiditas untuk membayar manfaat bagi para pensiun. Tapi, setelah disurvei, Bapepam-LK akan mengeluarkan peraturan barunya dalam bentuk PMK.

“Investasi emas sangat tergantung pada dana serta portofolio dana yang dimiliki masyarakat. Selain itu, sebagian besar masyarakat masih belum terlalu paham dengan investasi emas.  Kondisi ini yang membuat investasi emas untuk dana pensiun belum terlalu diminati. Apalagi, masyarakat yang mengikuti pasaran emas secara lebih luas masih belum banyak jumlahnya,” ungkapnya.

Selain itu, ujar Ishak, harga emas juga masih terkait erat dengan ekonomi global terutama untuk pasar Eropa, sehingga tidak selamanya bertahan di level harga yang tinggi. Dikatakannya, rencana untuk menyimpan dana pensiun dalam bentuk emas dilakukan karena skema pensiun untuk Indonesia masih saling merugikan. (Laporan: Muhammad Isya/isya@medanmagazine.com)

 

Leave A Response »

Switch to our mobile site