MEDAN - Sebagai bentuk penghargaan untuk budaya Sumut, Hotel Santika Medan bekerja sama dengan Torang Sitorus dan Forum Sisingamangaraja XII menggelar pameran kain ulos selama 3 hari mulai 22 – 24 Juni 2012 di Medan International Convention Center (MICC) dengan tajuk ‘Tribute to Sisingamangaraja XII’.
Hal ini disampaikan oleh Public Relation Manager, Gledy Simanjuntak, kepada Medanmagazine, Kamis (21/6). Ia menyebutkan, acara yang berlangsung selama 3 hari ini menghadirkan exhibition 200 kain ulos dan kebaya kuno dari berbagai etnis Batak di Sumatera Utara.
“Tribute to Sisingamangaraja” ini juga diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan Raja Sisingamangaraja XII sekaligus pelestarian budaya Sumatera Utara.
“Bermacam keunikan ditampilkan dalam pameran ini. Mulai dari uniknya presentasi pameran, yang menampilkan model Island dengan memamerkan kain ulos dan kebaya kuno dalam berbagai gaya seperti ulos yang disampirkan, ulos menggunakan manekin, bahkan ulos yang diaplikasikan dalam furniture rumah. Pengunjung dapat menikmati pameran ulos ini tentunya cuma-cuma tanpa dipungut bayaran,” ucap Gledy.
Ditambahkannya, pameran ini juga akan dimeriahkan oleh bazaar etnik yang menjual pernak-pernik etnik Sumut persembahan Andaliman Gallery dimana penjualnya menggunakan kain adat, dan pameran fotografi karya Johnny Siahaan.
“Selama pameran, pengunjung akan disuguhkan dengan acara khas budaya Batak. Tanggal 23 Juni berupa seminar talkshow budaya Batak, dan tanggal 24 Juni fashion show ulos cilik dan pertunjukan tari tenun kuno yang menjadi warisan kekayaan adat Batak,” tambahnya.
Pagelaran budaya Batak ini akan dihadiri ratusan undangan yang terdiri dari muspida Sumut dan kota Medan, tokoh masyarakat Sumut, tokoh adat Batak, dan komunitas sosialita pecinta kain tradisional. Sedangkan pameran Ulos sendiri terbuka untuk umum mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam.
Kolektor dan desainer kain Ulos, Torang Sitorus, menyebutkan, ia akan memamerkan demo tenun. “Demo menenun ini khusus didatangkan dari tempat tenun kain ulos Batak di pelosok Sumatera Utara. Demo tenun ini tentu saja akan memberikan gambaran proses pembuatan ulos dan filosofinya”, ujar Torang.
“Sebagai puncak acara, pada Jumat 22 Juni mulai pukul 18.00 WIB akan diselenggarakan malam pagelaran seni budaya Batak dan penggalangan dana. Malam pagelaran budaya Batak juga akan dimeriahkan dengan gondang batak, operet Batak, tari Tor-tor berkolaborasi dengan fashion show persembahan Torang Sitorus. Selain itu untuk rencana pembangunan Museum Ulos Sisingamangaraja XII, kita akan menggalang dana dengan melelang puluhan kain ulos Batak yang bernilai,” tambahnya. (Puput Julianti Damanik)




