MEDAN – Urban Jazz Crossover berhasil menguncang Kota Medan, Jumat (25/5) kemarin. Terlihat antrian panjang memadati lobi Grand Ballroom Hotel JW Marriott sejak pukul 18.00 WIB untuk menyaksikan konser yang bertajuk ‘Jazz The Way You Like It’ . Lebih dari 800 tiket habis terjual, baik untuk tiket via online, pre-sale bahkan ratusan tiket tambahan on the spot.
Sebanyak 22 lagu baik lagu asli Indonesia dan lagu dari luar yang sangat populer, diaransemen ulang oleh Viky Sianipar sebagai musik director dan dengan bantuan musisi lainnya berhasil membawa penonton ikut bergoyang. Lagu pertama sebagai pembukaan dibawakan oleh Bayu Risa dan Kyriz dengan membawakan lagu Michael Jackson dengan judul Don’t Stop Till You Get Enough.
Sebanyak 60 persen lagu yang dibawakan merupakan lagu yang dipopulerkan oleh artis luar negeri, dan 40 persen adalah lagu-lagu asli Indonesia, dan kesemuanya adalah lagu yang memang tidak bergenre Jazz, namun ada Hip-hop, Rock, Pop dan Keroncong. Ini lah yang membuat penonton terpukau, ditambah tata panggung dan visualisasi multimedia teknologi hologram, video mapping dan lighting berkekuatan 150.000 watt serta sound sebesar 60.00 watt.
Tepat pada lagu ke-6, Bengawan Solo yang dibawakan oleh Millane dengan bantuan gitar Barry Likumahua menambah semarak para penonton. Apalagi setelah Andien keluar di lagu ke-10 antusias anak Medan cukup besar. Andien yang menggunakan dress pendek cukup seksi dengan kilauan manik-manik berwarna emas di bajunya. Penonton pun menjerit. Sebagian tercengang.
Andien membawakan tiga lagu yakni Cinta Ini Membunuhku dari D’masiv, Sweet Dreams dari Eurythmics dan terakhir Dan dari Sheila On7 dengan ditemani musisi Indra Lesmana dan Barry Likumahua.
Setelah Andien, giliran Harvey Malaiholo kembali mengajak anak Medan bergoyang. Harvey membawakan tiga lagu, satu di antaranya lagunya sendiri dengan judul Dia. Saat lagu ketiga, ia duet dengan Rieka Roslan. Usai tiga lagu, Rieka kembali menghebohkan suasana dengan membawakan Its My Life ciptaan Bon Jovi dengan irama Jazz yang asik dibuat bergoyang.
Sekitar di 30 menit terakhir setelah penampilan Rieka, muncul penyanyi jazz sudah dinantikan penonton, Tompi. Sebagai penyanyi terakhir, Tompi membuat penonton lebih tercengang. Ia membawakan empat lagu di antaranya Moves Like Jagger yang dipopulerkan Maroon5 dan Bring Me to Life milik Evanescence.
Ditemani penampilan Barry dan Bayu Risa, Tompi sempat membuat efek suara yang menyerupai suara gitar yang dibawakan oleh Barry dan suara pianika yang dibawakan oleh Indra Lesmana. Aksi itu membuat penonton bertepuk tangan dan gelaran konser tersebut ditutup dengan lagu Fireworks dan ke semua musisi keluar dan memberi salam terakhir.
Para penonton ternyata belum juga puas, semua bersorak one more. Namun karena keterbatasan waktu, para musisi tidak bisa mengabulkan permintaan penonton.
Kepada Medan Magazine, Tompi mengatakan sangat senang melihat antusiasme anak Medan. Menurutnya, penonton Urban Jazz adalah orang-orang cerdas. “Saya berharap para penonton yang datang makin pintar, karena saya tahu orang-orang yang suka Jazz adalah orang yang suka berpikir,” katanya sambil tersenyum.
Hal lain disampaikan music director, Viky Sianipar. Ia menyebutkan, keberhasilannya membawakan musik jazz berkat bantuan teman-temannya seperti Ali Akbar yang memainkan keyboard dan Herwan Wiradireja yang memainkan perkusi dan rekannya yang lain.
“Saya sangat puas meskipun saya sudah menghancurkan banyak lagu menjadi Jazz, itu juga berkat bantuan teman-teman musisi,” kata Vicky sambil tertawa.
Brand Manager Magnum Filter, Andre Muljadi menyampaikan, ke depannya mereka akan mengadakan acara seperti ini dengan tempat yang lebih besar lagi sehingga daya tampung penonton bisa lebih banyak.
“Kami adakan in door dan dengan tiket yang terbatas karena kita menjaga kenyamanan, namun ke depannya ini menjadi PR kita yakni mencari tempat yang lebih luas sehingga seluruh masyarakat Medan bisa datang. Karena banyak juga penonton di luar yang tidak dapat lagi tiket,” ujarnya. (Puput Julianti Damanik)














Mantaaap