MEDAN – Warga Kota Medan dan Masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) masih minim menggunakan pembayaran/uang secara elektronik (e-money). Masyarakat masih cenderung memilih menggunakan sistem konvensional yakni menggunakan uang tunai.
“Menggunakan pembayaran dengan uang tunai membahayakan masyarakat. Karena potensial mengundang tindak kriminal atau kejahatan,” ujar Deputi Direktur Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut dan Aceh, Kahfi Zulkarnaen, di kantornya di Jalan Balai Kota Medan, Rabu (15/8/2012).
Untuk itu BI mendorong masyarakat untuk menggunakan e-money sebagai alternatif uang kertas dan uang logam, terutama untuk pecahan kecil. “Kami ingin masyarakat bergeser ke non-tunai,” katanya.
Menurutnya, BI mendorong agar masyarakat menggunakan uang elektronik ini sebagai alternatif penggunaan uang kertas dan logam terutama untuk pecahan kecil. Jadi, ucapnya, masyarakat tidak perlu membawa uang tunai, cukup membawa kartu ke bank dan bisa menukarkan dengan pecahan
tertentu.
Berdasarkan catatan BI Jakarta, hingga 2012, jumlah pengguna kartu non-tunai sebanyak 16,2 juta dengan jumlah transaksi senilai Rp 3,9 triliun.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat ada 14 juta pengguna kartu non-tunai. “Setiap tahun peningkatan mencapai 10%. Kami berharap terus meningkat,” katanya.
Dia menyebutkan, saat ini, ada empat bank yang menyedikan layanan untuk penukaran uang non-tunai, yaitu BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
“Mungkin empat bank itu secara infrastruktur sudah siap. Kami sebetulnya membuka untuk bank lain yang ingin buka,” ujarnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, BI juga terus mempersiapkan infrastruktur untuk system pembayaran tunai dan non-tunai.
Karena itu, selama kas keliling yang akan dilaksanakan pada 30 Juli 2012, masyarakat dapat melakukan penukaran uang ke uang elektronik secara cuma-cuma dengan membawa kartu ATM/debit untuk ditukarkan.
“Hal ini selain untuk perluasan sistem pembayaran non tunai, juga untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi,” katanya. (Muhammad Isya)












