logo-medanmagazine

WP Kaya Medan Tetap Dikenai PBB 0,3 Persen

MEDAN – Sekitar 17.000 wajib pajak (WP) di Kota Medan yang ditengarai memiliki aset bangunan dan tanah dengan nilai di atas Rp 1 miliar, akan tetap dikenai pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan persentase perkalian sebanyak 0,3% seperti yang tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang PBB Pedesaan dan Perkotaan.

Sementara bagi 300.000-an warga Kota Medan yang memiliki aset tanah dan bangunan di bawah Rp 1 miliar, kemungkinan bakal dikenai PBB dengan persentase perkalian yang variatif.

“Ya, sebanyak 17.000 warga kaya Kota Medan itu akan mampu memberikan sumbangan bagi pendapatan asli daerah (PAD) dari PBB lebih Rp 300 miliar.  Asumsi PAD dari PBB orang kaya Medan tersebut masih itung-itungan kasar, dengan total perkalian 0,3 persen,” ujar Juliandi, Siregar, angota Fraksi Partai Keadilan dan Sejahtera (F-PKS) DPRD Medan, yang juga anggota Banleg, usai mengikuti rapat pembahasan perubahan perda tersebut yang diselenggarakan Badan Legislatif (Banleg) dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda), Syahrul Harahap, di gedung DPRD Kota Medan, Jumat (22/6/2012).

Namun untuk 300.000 lebih WP yang memiliki aset bangunan dan tanah di bawah Rp 1 miliar, kata Juliandi, Banleg umumnya memiliki pandangan yang sama untuk membuat persentase perkalian bervariasi. Tujuannya, kata Juliandi, agar raihan PAD Kota Medan dari PBB tidak terlalu jeblok.

Sebab, kata politisi muda yang tergabung dalam Komisi D DPRD Medan ini, bila diitung secara cermat, ternyata perolehan PAD yang diperoleh bila dikembalikan perkalian dari 0,2% ke 0,1%, tidak memberikan hasil yang maksimal.

“Itung-itungan kami, kalaupun tetap dikalikan 0,2 persen, ternyata PAD yang diperoleh berkisar Rp 65 miliar. Nah, kalau dikembalikan ke 0,1 persen, maka itu berkurang sekitar setengah dari Rp 65 miliar tersebut,” sebut Juliandi.

Ketua FPKS, Salman Alfarizi, meminta Banleg yang saat ini tengah membahas proses perubahan terbatas untuk memasukan sejumlah klausul, di antaranya mekanisme restitusi, sistem perhitungan pajak dilakukan simulasi dan menghapus kata pedesaan pada judul perda tersebut.

“Soal mekanisme restitusi harus menjadi permasalahan serius, sehingga masyarakat punya kepastian,” katanya.

Dia mengatakan, selisih bayar bagi masyarakat yang sudah membayar PBB menjadi pengurangan pembayaran tahun berikutnya.

Salman juga meminta restitusi dicantumkan dalam pasal Perda perubahan atau dalam Perwal berikutnya. “Harus dicantumkan adanya restitusi itu dalam pasal atau Perwal yang akan mengatur Perda ini,” ujarnya.

Tidak hanya soal itu, Salman juga menyoroti soal pembahasan sistem perhitungan pajak yang harus dilakukan simulasi untuk mematangkan revisi.

“Dalam proses pembahasan ini peritungan pajak harus dilakukan dengan melakukan simulasi agar revisi perda ini lebih matang dan sempurna,” jelasnya.

Selain dua permasalahan tersebut, Salman juga mengusulkan agar kata-kata pedesaan dalam judul Perda tersebut dihilangkan langsung saja, dan difokuskan pada kata perkotaan saja. (Muhammad Isya)

Share This Article

Gempa, Pengunjung Sun Plaza Berhamburan

Next Story »

Jadi Bank Devisa, Bank Sumut Terganjal Valas

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Film

  • come-hell-or-high-water

    Yuk Nonton Film Dokumenter Bersama Konsulat AS

    4 months ago

    MEDAN – Tahun ini Konsulat AS Medan kembali mengadakan kegiatan American Film Showcase (AFS). Pembuat film Leah Mahan akan datang ke Medan dan Banda Aceh bersama dengan ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    SexHealthLiving

  • Foto-3

    STAMINA

    2 months ago

    STAMINA – Dr. Rizal Al Idrus, menerangkan perubahan pola kebiasaan hidup sehari-hari yang dijalankan saat berpuasa, biasanya memang mempengaruhi stamina dan konsentrasi, serta menimbulkan bau mulut saat ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Culinary

  • World Baking Day 2015

    Artikel Sponsor: World Baking Day

    3 months ago

    TAHUKAH ANDA bahwa tanggal 17 Mei merupakan World Baking Day (Hari Memasak Sedunia)? Tahun ini, Blue Band, merk margarine yang sangat popular di Indonesia, mengajak kita memasak untuk ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Travel

  • Matthew-Ludji-(Kiri)-dan-Novita-Adipati-Chandra-(Kanan)-Berfoto-Bersama-Ketua-Adwindo-Adi-Pratama-di-Grand-Final-Pemilihan-Duta-Wisata-Indonesia-2014

    Balikpapan Kota Paling Dicintai Sedunia

    3 months ago

    BALIKPAPAN – Balikpapan dinobatkan sebagai The Most Lovable Sustainable City for 2015 atau kota paling dicintai di dunia dalam kampanye We Love Cities. Penghargaan ini merupakan bagian ...

    Read More
  • Brows more Blog post

    More

    Classified Ads

    Brows more Blog post

    More