Yuk Beli Bukaan Puasa di Sekitar USU

Alexander August 9, 2012 2
Yuk Beli Bukaan Puasa di Sekitar USU

MEDAN – Pemandangan menarik bisa Anda temukan setiap sore selama bulan ramadhan di pinggiran Jalan DR Mansyur Medan atau sekitar kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Selain banyak pedagang kaki lima, pada bulan puasa seperti ini akan muncul pedagang dadakan menu berbuka puasa. Mereka menggunakan mobil, membuka bagasi belakang sembari menyajikan ragam menu berbuka.

Misalnya saja yang dilakukan Mardhani dan kawan-kawannya. Kepada Medan Magazine, pria yang juga penyiar di salah satu radio Kota Medan itu mengaku, ide ini berawal sekitar dua tahunan lalu.

Diceritakannya, jajanan berbuka puasa yang dijualnya adalah buatan beberapa ibu rumah tangga di sekitar Jalan Garuda Medan yang pandai membuat kue tapi tidak memiliki modal.

“Jadi aku tuh modalin mereka. Semua ini juga untuk bantu mereka juga. Jadi awalnya kita jualan di Tanjung Anom. Terus pas lihat ternyata di sekitar USU ada kesempatan, kita juga buka jualan di sini. Jadi ada dua titik,” katanya.

Ia mengaku, jajanan berbuka puasa yang dijualnya tidak sembarangan buat. Pada saat pembuatan yang dilakukan ibu-ibu yang diberi modal olehnya, ia selalu memantau mulai dari bahan hingga pembuatan.

“Ya selama inikan jajanan di jalan banyak dinilai tidak sehat. Jadi ini sebagai upaya saja, kalau menu bukaan kita itu dengan kualitas yang baik,” katanya.

Bersama ketiga temannya, Mardhani menjual beragam kue basah dan gorengan. Pengguna kendaraan yang sedang melintas pun tak sungkan untuk berhenti dan membeli.

Gorengan dan kue basah yang dijual seharga Rp 2.000 untuk 3 porsi. Kue-kue ini bisa dikatakan laris manis.

“Insya Allah selalu habis. Kalau pun bersisa ya palingan sedikit,” ujarnya.

Mardhani juga menceritakan sebelumnya ia juga sempat berjualan puding rainbow. Akibat adanya pemberitaan televisi terkait berbahayanya pewarna yang digunakan oleh pedagang tidak bertanggung jawab, akhirnya ia memilih untuk menghentikan puding rainbow karena ditakutkan tidak laku.

“Kalau untuk pewarna, kita tu sebenarnya yang baik punya. Bahkan kita juga sempat ngasih 3 buah puding rainbow kepada dinas kesehatan untuk dicoba. Tapi saat ini kita memilih untuk tidak menjualnya dulu, biarpun permintaannya tetap banyak sekali,” katanya.

Dengan bermodal hampir Rp 2 Juta, Mardhani mengaku modal yang didapatkan per harinya selalu dikembalikan kepada ibu-ibu pembuat kue untuk mereka olah kembali.

“Ya kita nggak terlalu memikirkan keuntungan, yang penting modal saja balik. Yang menjaga jualan di Tanjung Anom juga kita kasih upah kok. Semua ini juga kita lakukan untuk sama-sama berbuat amal,” katanya.

Selain menjualan kue, Mardhani juga menjual tukaran uang baru. Setiap harinya mobil hitam dengan plat BK 1231 IP ini akan selalu hadir di dekat Bank Sumut yang ada di USU. Selain untuk berdagang, Mardhani juga mengaku, lokasi berjualan juga kerap menjadi tempat tongkrongan sementara mereka.
(Rizki Ardhani)

2 Comments »

  1. nima August 9, 2012 at 10:32 pm - Reply

    Wah, sudah kuenya berkualitas ternyata ada aksi peduli ibu-ibu yang kurang mampu ternyata. Semoga jadi berkah!

  2. mardani sirait August 10, 2012 at 12:44 pm - Reply

    wah seneng bisa diliput dengan media medan magazine…

Leave A Response »

Switch to our mobile site