MEDAN – Sehari diangkat menjadi pelaksana tugas direktur umum PT Bank Sumut, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Zenilhar mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Sayangnya, saat coba dihubungi, Zenilhar tidak mengangkat telepon selularnya.
Zenilhar saat ini masih menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT Bank Sumut. Dalam RUPSLB kemarin, Zenilhar merupakan satu-satunya dewan direksi internal Bank Sumut yang diangkat bersama Rizal Pahlevi Hasibuan dan Rudi Dogar Harahap. Dari informasi yang diperoleh, pengunduran diri ini terjadi karena adanya mekanisme yang tidak tepat dalam proses penetapan Plt direksi tersebut.
Pimpinan SP PT Bank Sumut lainnya, Bahren Siagian mengatakan, perusahaan saat ini berada dalam kondisi terbaik. Tentunya dalam kondisi ini, diharapkan bukanlah orang dari luar yang menjadi Plt Direksi. Para pemegang saham seharusnya memperhatikan persoalan ini, bukan hanya menyerahkannya pada pemegang saham pengendali. “Semuanya seperti menyerahkan keputusan kepada pemegang saham pengendali. Akhirnya, yang ditunjuk bukan orang dalam,” ujarnya.
Padahal, menurutnya ada dua direksi yang mampu menjadi pelaksana sampai pejabat baru ditetapkan. Apalagi, PT Bank Sumut memiliki banyak sumber daya manusia untuk diangkat menjadi direksi. Namun hal itu sepertinya tidak dipedulikan pemegang saham, khususnya pemegang saham pengendali. “Ini yang membuat kita kecewa, ditambah lagi adanya pemilihan yang tidak sesuai dengan PBI,” katanya.
Pihaknya berharap agar Bank Indonesia dapat melihat masalah ini, apakah sudah sesuai dengan PBI yang sangat menjaga keseimbangan antara pemegang saham pengendali, pemegang saham minoritas dan manajemen.











